Senin, 19 Agustus 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

16.000 Titik Seismik Tersebar di 10 Kecamatan Kabupaten Tuban

Editor: rozaqy
Selasa, 13 Agustus 2019
Ahmad Sampurno
PRESENTASI : Field Relations PHE, Eko Broto menyampaikan progress operasi PHE

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

 

Jogjakarta - Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ), dalam aktivitas kegiatan seismik 3 Dimensi (3D) di Blok Tuban Kabupaten Tuban Jawa Timur, menyiapkan 16.000 titik untuk dibor. 

Field Relations PHE, Eko Broto menyampaikan, belasan ribu titik bor tersebut tersebar di 10 kecamatan di wilayah Kabupaten Tuban. Namun, saat ditanya kecamatan mana saja dirinya mengaku tidak hafal. Karena harus melihat data terlebih dahulu.

Sementara, dalam seismik 3D itu terbagi dalam dua tahapan. Pertama, kalau pada area kosong titik bor akan diledakkan dengan bahan peledak Gel (red, lebih dikenal dengan urea). Lalu yang kedua, dilokasi padat penduduk seismik menggunkan Vibro.

"Seperti truk yang digetarkan. Kalau geterannya sendiri seperti truk lewat," jelasnya disela-sela acara Media Gathering  2019 PHE TEJ-PHE Randugunting, di Jogjakarta, Selasa (13/8/2019).

Sebelum itu dilaksanakan, PHE melakukan pendataan lokasi rumah penduduk yang dimungkinkan terdampak kegitan seismik.

"Kami siap memberikan kompensasi. Tentunya sesuai dengan standart kabupaten yang ditetapkan," jelas Eko.

Dalam standart itu, lanjut dia, contohnya menentukan harga pembenihan padi, tanaman jagung,  bangunan, termasuk lahan kosong.

"Dengan adanya standart harga yang ditetapkan kabupate, masyarakat bisa tenang," ungkapnya.

Saat ditanya kenapa tidak disosialisasikan sejak awal, dia mengaku harus menunggu penetan standart harga tersbut. Selain itu, kata dia, dalam tahapan awal ini belum ada kegiatan yang berdampak kerusakan.

"Tahapan awal ini adalah topografi. Nanti akan ada tahapan yang serius lagi. Yaitu recording, estimasinya dilakukan pada awal bulan september," tandasnya.

Dalam pelaksanaan recording itu, menurut dia, akan didampingi oleh perangkat desa dan Forkopimca setempat.

Lebih lanjut, dia menyampaikan permintaan maaf kerena sempat terjadi mis komunikasi dengan warga saat pelaksaan topografi.

"Jadi teman-teman pasang patok merah itu mengikuti teman-teman  topografi. Seharusnya memang harus permisi dulu dengan pemilik rumah," kata dia.

Saat itu, lanjut dia, ada yang dipasang persis didepan jendela.

"Itu bukan titik bor, tapi pendataan awal. Yang dipatok merah itu ternyata, untuk mengetahui kemungkinan rumah terdampak," jelasnya.  (ams)

 

Dibaca : 214x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan