Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

19 Balita Bojonegoro Terjangkit Gizi Buruk

Editor: nugroho
Sabtu, 09 September 2017
ririn wedia
Humas Dinas Kesehatan Bojonegoro, Suharto.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

 Bojonegoro - Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan saat ini terdapat 19 balita di wilayahnya mengalami gizi buruk.

Humas Dinas Kesehatan Bojonegoro, Suharto menjelaskan gizi buruk ini terjadi bukan dikarenakan faktor kemiskinan. Melainkan pola makan yang diberikan orang tua kepada anaknya tidak teratur atau tidak berpola.

Menurutnya masih banyak orang tua tidak memperhatikan pola makan anaknya serta kebutuhan gizi tidak terpenuhi. Selain itu, juga disebabkan karena sakit bawaan serta sakit jantung. 

“Seperti berat bayi lahir rendah dengan berat badan di bawah normal 2,7 kg,” kata Suharto kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (9/9/2017).

Suharto mencontohkan pemberian makanan termasuk tidak berpola adalah makanan untuk orang tua diberikan kepada balita. Selain itu juga banyak ditemukan di tengah masyarakat bayi di bawah usia enam bulan sudah diberi makan. 

"Banyak ibu-ibu yang mempunyai kesadaran sangat rendah, sehingga masih malas untuk memberi makanan khusus untuk balitanya," ucapnya.

Permasalahan gizi buruk di Bojonegoro ini perlu mendapat perhatian khusus meski pada tahun 2011 sampai akhir bulan Juli 2017, tren prevalensi gizi buruk terus menurun yakni dari jumlah 110 turun menjadi 19 balita.

Data di Dinas Kesehatan, pada tahun 2011 sebanyak 110 balita menderita gizi buruk. Pada tahun 2012 ada 65 balita, tahun 2013 ada 48 balita, tahun 2014 ada 34 balita. Sedangkan tahun 2015 ada 27 balita dan tahun 2016 menurun menjadi 21 balita. Kemudian pada akhir bulan Juli 2017 ada 19 balita menderita gizi buruk.

Penurunan jumlah penyakit gizi buruk ini karena adanya kepedulian semua pihak terhadap permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat sehingga masalah tersebut bisa cepat teratasi dengan baik. 

Selain itu, Dinas Kesehatan Bojonegoro juga mendirikan sebuah pos gizi, penyuluhan di semua posyandu yang bertujuan untuk mengajari para ibu-ibu untuk membuat makanan khusus balita sehingga kedepan bisa diterapkan.(rien)

 

Dibaca : 113x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan