Sabtu, 18 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

20 Desa di Blok Cepu Stuba Penanganan Gizi Buruk

Editor: nugroho
Selasa, 15 Mei 2012
ist
Ngangsu Kaweruh : Rombongan dari 20 desa Ring I Blok Cepu ketika tiba di Desa Tejo, Kecamatan Kanor, untuk melakukan stuba.

SuaraBanyuurip.com -Ririn W

20 Desa sekitar Lapangan Migas Banyurip – Jambaran, Blok Cepu, melakukan studi banding (stuba) program Positive Deviance (PD) ke Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Selasa (15/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan Mobil Cepu Limited (MCL) bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Peduli Umat (PKPU) sebagai salah satu rangkaian program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk menangani gizi buruk di desa-desa sekitar pemboran.

20 desa yang mengikuti stuba ini adalah di Kecamatan Ngasem meliputi Desa Bandungrejo, Gayam, Mojodelik, Brabowan, Bonorejo, Ringintunggal, Begadon, Sendangharjo, dan Ngasem. Di Kecamatan Kalitidu diantaranya adalah Desa Katur, Sumengko, Beged, Sukoharjo, dan Talok. Sedangkan di Kecamatan Dander diantaranya Desa Ngunut dan Dander. Mereka yang mengikuti stuba adalah Pemerintah Desa (Pemdes), Bidan Desa, dan Kader Posyandu.  

Di Balai Desa Tejo, rombongan diterima Kepala Desa Tejo Moch Chomaruddin, Dr. Puskesmas Vera Agustina, Bidan Desa Amien Idd Dwi Kurniawati, Kader dan para anggota Posyandu Desa Tejo.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Tejo Moc. Chomaruddin menjelaskan, bahwa keberhasilan Desa Tejo melaksanakan program peningkatan pernanan wanita menuju keluarga sehat sejahtera (P2WKSS) ini dikarena tiga hal yakni semangat, kesadaran, dan sinergitas.

“Karena tiga hal itulah desa ini menjadi juara pertama tingkat Jatim dalam program P2WKS,” ujar Chomaruddin.

Dia mencontohkan, untuk penanganan gizi buruk misalnya, kader posyandu dan bidan desa dengan suke rela melawang kerumah ibu balita untuk memberikan penyuluhan dan mengajak secara aktif mengikuti kegiatan posyandu. Bahkan, untuk memberikan makanan tambahan (PMT) dilakukan secara swadaya dari masyarakat.

“Jadi disini ada masyarakat yang menjadi donatur untuk PMT. Pemberian itu suka rela dan kita berikan kartu tetap sebagai donatur,” paparnya kepada rombongan.

Koordinator Program PKPU Bojonegoro menjelaskan, stuba ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta program terhadap pelaksanaan penanganan gizi buruk khususnya mengenai PD. Sebab, kesadaran masyarakat maupun pemerintah desa disekitar pemboran masih rendah dalam melaksanakan dan mendukung program-program penangan gizi buruk di wilayahnya.

“Kita harapkan, melalui stuba ini pemdes, para kader, dan bidan desa akan lebih aktif dalam mendukung program penanganan gizi buruk di desa masing-masing,” kata Driarso disela-sela Stuba.

Perwakilan MCL, Slamet menambahkan, program yang dilaksanakan MCL bersama PKPU ini merupakan salah satu program pengembangan masyarakat di bidang kesehatan yang dilaksanakan di wilayah kerja MCL. Selain bidang kesehatan, MCL juga melaksanakan program pengembangan masyarakat dibidang pendidikan dan ekonomi.

"Ini sebagai bentuk komitmen kami untuk senantiasa memberdayakan dan memberikan kontribusi postif kepada masyarakat sekitar pemboran," sambungnya menghadiri Stuba.

Dibaca : 1296x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan