Rabu, 18 Juli 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

200 Seniman Tuban Serentak Tabuh 70 Bedug

Editor: samian
Jum'at, 22 Juni 2018
Ali Imron
MERIAH : Parade bedug Tuban perdana dilaksanakan di Alun-alun Tuban.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Untuk pertama kalinya, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban, Jawa Timur, menggelar parade Bedug di Alun-alun Tuban dengan melibatkan 200 seniman. Uri-uri Bedug ini, diharapkan menumbuhkan rasa cinta pada budaya daerah.

"Alhamdulillah tahun ini parade Bedug terealisasi," ujar Kepala Disparbudpora Tuban, Sulistiyadi, kepada suarabanyuurip.com, disela-sela acara, Jumat (22/6/2018).

Didit sapaan akrabnya, menegaskan, parade ini merupakan pementasan kolaborasi rampak bedug dengan terbang bantahan dan gamelan. Melibatkan ratusan pemusik dari komunitas seni, sanggar seni, dan kelompok musik islam di Bumi Wali (sebutan lain Tuban).

Parade ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 dan didukung sponsor. Sedangkan rangkaian acara didahului pengajian umum yang disampaikan oleh Bupati Tuban, Fathul Huda. Dilanjutkan secara resmi membuka parade.

Bupati Tuban, Fathul Huda, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap inovasi Disparbudpora. Diharapkan masyarakat dapat mengambil hikmah dari parade ini.

"Inovasi ini luar biasa dan baru pertama ada di Alun-alun Tuban," sergah Bupati dua periode ini.

Fathul Huda menjelaskan, bedug adalah kesenian sekaligus budaya bukan agama dan juga bukan ritual. Seni itu pasti budaya, tapi budaya belum tentu seni. Kemudian oleh leluhur kita, budaya ini dimanfaatkan dan digunakan untuk hal yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.

Dalam perkembangannya, semua masjid dan musholla banyak memasang bedug meski tidak ditabuh. Karena banyak yang memiliki speaker. Budaya ini perlu dilestarikan, karena tak merangsang libido, mabuk-mabukan, atau pertengkaran.

"Lain dengan mengundang musik lainnya, pasti timbul yang macam-macam," tegasnya.

Sekarang yang sudah mendapat simpatik dari masyarakat adalah seni tongklek. Bedug jika dikembangkan diyakini sama seperti tongklek. Bedug juga menjadi kompensasi bagi anak muda, karena murah meriah.

Pantauan di lokasi, parade dimulai sekitar pukul 21:31 WIB. Ribuan masyarakat antusias melihat atraksi barangsai yang diiringi 70 bedug dengan ditabuh 200 seniman. Kolaborasi ini sesuai dengan tema yaitu, keberagaman dan kebersamaan.(Aim)

Dibaca : 677x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan