Selasa, 19 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

30% Hotel Cepu Bangkang Bayar Pajak

Editor: nugroho
Kamis, 14 Mei 2015
ahmad sampurno
BANGKANG : Salah satu hotel di Cepu yang enggan membayar pajak kepada daerah.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Banyaknya hotel di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ternyata tidak diimbangi dengan setoran pajak kepada pemerintah untuk menyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terbukti, dari 20 hotel yang berdiri di wilayah setempat, 30 persennya enggan membayar pajak.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendapatan Pengolahan Keuangan Dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Blora Wilayah Cepu,  Arif Sustiyanto,  mengatakan, para pengusaha perhotelan belum semuanya tertib pajak.

“Dari sekitar 20 hotel, 30 persen di antaranya kalau urusan pajak masih mbelit,” ujar Arif kepada suarabanyuurip.com di kantornya, Rabu (13/5/2015).

Menurut dia, pemasukan pajak yang diterima pemerintah daerah dibagi dua. Yakni official assessment yaitu pajak yang penetapan jumlah pembayaran diatur Kabupaten dan save assessment yang penetapan pembayaran tergantung pendapatan tiap hotel.

Arif mencontohkan, untuk official assessment diperuntukan pajak air tanah, pajak bumi dan bangunan (PBB) dan reklame. Sedangkan save assessment meliputi hotel, restauran dan tempat hiburan. “Di sini untuk save assessment kesadarannya masih kurang,” ungkap dia.

Arif melanjutkan, untuk pajak tipe save assessment masih terkesan kurang tertib dibanding dengan tipe official assessment. Secara umum, menurut arif, di Cepu masih ada hotel yang kurang bagus dalam urusan bayar pajak. Selain pembayaran telat, masih banyak hotel yang kesadaran terhadap bayar pajak masih kurang.

“Dari 10 persen pendapatan itupun juga tidak sepenuhnya terbayar,” katanya.

Seperti diketahui, pajak hotel merupakan 10 persen dari pendapatan yang didapat hotel. Sehingga, semakin besar pendapatan akan memicu beban pajak lebih besar. Namun, menurut Arif tidak semua hotel memiliki kesadaran tersebut.

“Ada yang tidak sesuai surat setor pajak (SSPD),” tutur Arif.

Ketidaksesuaian tersebut meliputi hotel dengan pengunjung banyak namun setorannya tidak sampai 10 persen dari pendapatan. Hal tersebut sangat sering terjadi. “Kami cek secara langsung di lapangan, dan memang benar-benar tidak sesuai laporannya,” pungkas Arif.(ams)

Dibaca : 792x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan