Jum'at, 21 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Polemik Pembebasan Lahan Kilang Tuban

33 Hari Jabat, Camat Jenu Didemo Warga

Editor: samian
Jum'at, 06 Juli 2018
Ali Imron
UNRAS : Ratusan massa memadati halaman Kantor Kecamatan Jenu.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Baru menjabat selama 33 hari sejak dilantik Bupati pada 4 Juni 2018 lalu, Camat Jenu, Midun Riza Moh Maftuchin, didemo warganya dari Desa Remen dan Mentoso. Unjuk rasa (Unras) yang berpusat di Kantor Kecamatan Jenu ini, gara-gara beredarnya surat pernyataan berlogo pemdes soal pembebasan lahan Kilang NGRR Tuban yang ditandangani Kades dan Camat bermaterai 6000.

"Temui kami Pak Camat," ujar Korlap Aksi dari Desa Remen, Rusdiono, kepada suarabanyuurip.com disela-sela aksi, Jumat (6/7/2018).

Rusdiono menegaskan, kami warga Remen dan Mentoso tidak pernah ada keinginan sedikitpun menjual tanah untuk Pertamina. Apalagi menguasakan pengurusan pembayarannya kepada Kades.

Jika Camat Jenu, Kepala Desa (Kades) Remen, dan Mentoso membuat surat yang menyatakan lain daripada itu, itu adalah tidak benar alias palsu. Mereka membuat surat yang isinya tidak benar dan itu adalah pidana pemalsuan.

Mereka telah melanggar hukum, melanggar hak warga dan telah meresahkan warga Remen dan Mentoso. Warga resah dan merasa dikhianati.

"Copot sekarang, pidanakan mereka sekarang," pekiknya yang diikuti teriakan massa.

Korlap Desa Mentoso, Suwarno, memohon kepada aparat kepolisian segera mengusut tuntas pidana pemalsuan ini tanpa pandang bulu. Segera penjarakan Camat Jenu, Kades Remen dan Mentoso.

"Penjarakan mereka," pekiknya diikuti teriakan semua warga ring 1 proyek Kilang NGRR Tuban ini.

Suwarno menjelaskan, demo ini karena ditemukannya bukti surat pernyataan Kades yang isinya tidak benar alias palsu. Hal itu adalah tindak pidana pemalsuan. Warga sedikitpun tidak pernah mau menjual tanahnya ke Pertamina.

Camat Jenu, Midun Riza Moh Maftuchin, langsung menemui warga Remen dan Mentoso. Reza sapaan akrabnya, menegaskan kalau pihaknya bersama Kades Remen dan Mentoso tak pernah membuat surat itu.

"Kami tidak pernah membuat surat, dan waktu disodori surat dari BNI formatnya tidak demikian," sergah mantan Camat Bangilan ini.

Saat dipaksa mengakui tandatangannya, Reza menampiknya karena suratnya fotocopy. Pihaknya butuh waktu untuk membuktikan kebenaran tandatangannya.

Mendengar jawaban Camat, massa langsung mengamuk dan mendesak Camat Jenu untuk mundur dari jabatannya. Aksi yang berlangsung hingga pukul 09:22 WIB ini, terus memanas dan dijaga ketat oleh aparat TNI/Polri. (Aim)

Dibaca : 3406x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan