Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

38 Rumah Retak, UTSG Klaim Sudah Lakukan Perbaikan

Editor: samian
Sabtu, 04 November 2017
Ali Imron
TAKUT MENGAJI : Ketua PMII, Habib Mustofa melihat langsung kondisi Musholla di Dusun Koro yang retak dampak peledakan tambang SG

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Peledakan tambang Semen Gresik Kerja Sama Operasional (KSO) Semen Indonesia menggunakan dinamit, memicu retaknya 38 rumah warga Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sebagai operator peledakan, PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) mengklaim sudah melakukan perbaikan.

"Setiap kali peledakan nyaris meruntuhkan genteng," ujar warga Dusun Koro, Moch Muhtar, melalui keterangan yang diterima suarabanyuurip.com, Jumat (3/11/2017).

Selama ini warga terdampak belum semua menerima ganti rugi/perbaikan. Bahkan program Corporate Social Responsibility (CSR) juga tak pernah merasakannya.

Melihat kondisi ini, Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tuban, Habib Mustofa, mengancam akan turun aksi di kantor PT Semen Gresik. Dia menilai perusahaan BUMN sudah tidak ada niat baik lagi terhadap lingkungan.

Melihat kondisi saat advokasi di lapangan, menurut kajian yang di diskusikan oleh PMII dalam kacamata Ekonomi Politik (Ekopol) pihak perusahaan sudah menyalahi aturan yang ada. Diantara kesalahan yang dilakukan perusahaan, dengan melakukan peledakan di radius kurang dari 500 meter.

"Itu jelas ada yang dilanggar dalam teknis peledakan," sergah pemuda kelahiran Desa Karangagung, Kecamatan Palang.

Parahnya lagi, salah satu Musholla di Koro dindingnya juga retak. Sekarang anak-anak yang biasa mengaji, tidak berani lagi ke tempat ibadah tersebut.

"Retaknya sangat parah dan harus segera diperbaiki," ujar warga lain, Damuri yang menunjuk titik retak.

Kepala Seksi CSR, PT UTSG Tuban, Widya mengaku, sudah menerima data soal 38 rumah retak yang diduga dari peledakan tambang. Dari 38 rumah, baru 20 unit yang diperbaiki.

"Sebagian masyarakat tidak ingin rumahnya diperbaiki saat bulan Suro," kelitnya.

Adanya insiden ini, dia bakal melakukan kajian dan evaluasi peledakan tambang. Harapannya kedua belah pihak dapat hidup berdampingan, dan saling mendukung.

Data yang dipegang suarabanyuurip.com, puluhan rumah retak tersebut diantaranya milik, Wadi Santoso (Rt02/Rw03), Subandi (Rt02/Rw03), Nadzirin (Rt06/Rw04), Suwadi (Rt02/Rw05), Marpuah (Rt02/Rw05), Kartini (Rt02/Rw05), Darsini (Rt02/Rw05), dan Kayatun (Rt02/Rw04).(Aim)

 

Dibaca : 500x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan