Rabu, 24 April 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

4 Tantangan Pengembangan Migas Lepas Pantai

Editor: nugroho
Minggu, 14 April 2019
republika.co.id
BLOK PANGKAH : Wamen ESDM sampaikan 4 tantangan pengembangan migas lepas pantai.

SuaraBanyuurip.com - Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar menyampaikan empat tantangan utama dalam mengembangkan lapangan migas offshor atau lepas pantai. Salah satunya resilko besar yang membuat kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) kurang berani melakukan eksplorasi di daerah baru. 

Tantangan lainnya adalah mencari lebih dulu lapangan-lapangan offshore yang punya potensi untuk dikembangkan.  Kemudian, terbatasnya ketersediaan rig di Indonesia.

"Juga besarnya investasi yang harus dikeluarkan KKKS,"ujar Wamen Arcandra saat mengunjungi pengeboran offshore sumur Tambakboyo-3, Blok Pangkah di perairan utara Lamongan, Jawa Timur, dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM.

Menurutnya, potensi migas offshore Indonesia sangat prospek untuk dikembangkan, utamanya di wilayah Indonesia bagian timur. Untuk mendorong pengembangan migas offshore Indonesia, pihaknya akan mempercepat perijinan dan proses administrasi. 

"Kita berharap KKKS fokus melakukan pencarian migas. Sementara kegiatan yang berhubungan dengan administrasi, baik di SKK Migas maupun di Kementerian ESDM atau instansi lain, itu yang kita percepat dan dipermudah," tegasnya. 

Selain itu Kementerian ESDM, juga memberikan expert judgement kisaran harga minyak yang masih ekonomis untuk pengembangan lapangan offshore Indonesia. Tergantung apakah lapangan tersebut remote atau tidak. Kemudian tergantung kedalaman lapangan yang dieksplorasi. 

"Estimasi saya, meskipun ini debatable, sekitar US$ 50-60 per barel itu masih oke untuk pengembangan migas offshore, tentunya harga di atas itu lebih baik lagi," tuturnya.

Senada disampaikan Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sukandar . Ia berjanji akan membantu KKKS untuk melakukan kegiatan operasi lebih cepat dan efisien termasuk menyelesaikan hambatan yang timbul khususnya terkait perijinan.

"Kami akan berkoordinasi dengan instansi-instani terkait untuk menyelesaiakannya sehingga kegiatan mereka dapat cepat berjalan," pungkas Sukandar.

Sekadar diketahui, Blok Pangkah dioperatori Saka Energi. Di blok ini ditemukan kandungan minyak, namun berapa besar cadangannya masih dilakukan studi lebih lanjut.(red)




Dibaca : 312x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>