Kamis, 16 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

6 Negara Study Lapang Migas di Bojonegoro

Editor: nugraha
Sabtu, 07 September 2013
SuaraBanyuurip.com/Ririn
WORKSHOP : Perwakilan aktifis dari enam negara berdiskusi membahas soal tata kelola Migas.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro- Bojonegoro Institute bekerja sama dengan  Universitas Gajah Mada (UGM) dari Jogjakarta mengadakan rangkaian studi lapangan dan workshop yang juga diikuti 30 activist dan expert se asia pacific tentang pengelolaan minyak dan gas bumi (Migas) yang berada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di Sabtu (7/9/2013).

Direktur Bojonegoro Institute (BI) Joko Purwanto, mengungkapkan, acara yang berlangsung di Hotel Pazia ini merupakan sebuah training untuk Asia Pasifik yang diikuti oleh 6 negara diantaranya Vietnam, Kamboja, Myanmar, Filipina, Timor Leste, termasuk Indonesia yang mempelajari tentang tata kelola industri ekstratif.

"Di Bojonegoro ini sebagai bentuk studi lapangannya," tegas Joko di sela-sela workshop berlangsung.

Dia mengatakan, isu pertambangan baik migas maupun non migas saat ini sedang berkembang hampir di semua negara. Termasuk Bojonegoro yang memiliki alasan sama tentang bagaimana mengelola pertambangan dengan cara yang baik.

"Dengan alasan yang sama itu kita memiliki visi yang sama bagaimana mentata kelola pertambangan ini untuk mengkonversi sektor-sektor diluar pertambangan. Artinya pada saat uang dari hasil tambang ini habis masih ada sektor yang lain bisa dimaksimalkan," ujar Joko, menerengkan.

Karena itu ada kebutuhan mentransparansikan dana-dana dari tambang dan peruntukannya. Enam negara ini bertemu di Bojonegoro untuk berdiskusi untuk mencari pengalaman-pengalaman terbaik dalam mengelola dana pertambangan.

"Sesuai dengan semangat yang ada, kami sedang mempelajari bagaimana cara mentransparansikan dana hasil pertambangan, juga bagaimana menggunakannya," imbuh Joko.

Pihaknya berharap, setelah masing-masing negara mendiskusikan pengalamannya tentang tata kelola dan transparansi dana pertambangan akan bisa menerapkannya dengan baik di negaranya.

"Kami juga mendatangkan narasumber dari operator Blok Cepu Mobil Cepu Limited, dan operator Blok Tuban Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java," pungkas Mos-sapaan akrab Joko Purwanto.(rien)

Dibaca : 998x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan