Kamis, 16 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

70 Atlet Ramaikan Kejurda Jatim dan Open Paralayang 2018 di Tuban

Editor: samian
Sabtu, 28 Juli 2018
Ali Imron
EVEN BERGENGSI : Kejurda Paralayang Jatim di Tuban dimulai.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Sebanyak 70 atlet se-Indonesia meramaikan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Timur, dan Open Paralayang 2018 yang dihelat di Bukit Glodakan, Desa Trantang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Even bergengsi tersebut digelar selama dua hari tanggal 28-29 Juli 2018.

"Sebagai tuan rumah kami terjunkan enam atlet," ujar Ketua Cabang Olahraga Paralayang Tuban, Masrondi, kepada suarabanyuurip.com di lokasi kejuaraan, Sabtu (28/7/2018).

Masrondi menjelaskan, tiga atlet putri yang terjun adalah Langking Ayu Pratiwi (18) asal SMKN 1 Tuban, Oktavia Baroka Firda, dan Septia Nurul Latifa asal SMK Abdi Negara. Sedangka tiga atlet putra yakni, Budi Utomo, Yoga Imam Utomo, dan Zudi. Ketiganya juga menempuh pendidikan di SMK Abdi Negara Tuban.

"Lawan yang cukup berat atlet dari Batu. Disana venue paralayang ready, dan musim ini mayoritas di Batu," terang pengajar di SMK Abdi Negara Tuban ini.

Untuk 70 atlet yang dimaksud berasal dari Kabupaten Batu, Malang, Ponorogo, Bogor, Jombang, Tuluangagung, Trenggalek, Pacitan, Blitar, Bojonehoro, Surabaya, Ngawi, Majalengka, Tuban, dan Papua.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tuban, Mirza Ali Mansyur, menjelaskan, keenamnya merupakan atlet Puslatkab Tuban yang dipersiapkan untuk Porprov Jatim tahun depan. Even Kejurda ini akan menjadi pemanasan bagi atlet Puslatkab Paralayang sebelum Porprov Jatim 2019.

"Kami targetkan medali emas untuk atlet Bumi Wali," tuturnya.

Aming sapaan akrabnya, menambahkan, selain diunggulkan sebagai tuan rumah, persaingan para layang di Jatim juga seimbang. Otomatis peluang meraih juara cukup besar.

Untuk mencapai target tersebut, latihan selalu dilakukan rutin hampir setiap hari. Tujuannya agar bisa meraih prestasi yang terbaik bagi Kabupaten Tuban.

"Untuk menyempurnakan venue paralayang di Tuban perlu ditambah MCK dan pemerataan lahan take off," jelasnya.

Setelah membuka acara dengan menerbangkan 100 ekor Merpati, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, bersyukur karena Tuban dipercaya sebagai Tuan rumah. Kedepan fasilitas venue paralayang akan disempurnakan, demi suksesnya kegiatan berikutnya.

"Selain APBD, kami juga meminta stakeholder ikut campur tangan," tambah Wabup dua periode ini.

Yang paling penting, Pemkab mendorong KONI untuk mengorbitkan atlet lokal di sekitar Bukit Glodakan. Diharapkan keberanian potensi lokal dapat diwadahi, dengan dukungan dari industri sekitar.

Sebatas diketahui, Bukit Glodakan pertama kali di eksplore tahun 2014 silam. Berkat ketekunan dan kesabaran, tahun 2017 dipercaya menjadi lokasi Kejurda Jatim.

Di Bukit Glodakan ini baru bisa digunakan atlet sekitar pukul 11:30 WIB, setelah angin dari arah Utara berhembus. Sedangkan saat pagi hari belum bisa digunakan, karena angin kencang berhembus dari arah Selatan.(aim)

Dibaca : 775x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan