Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

AJI Bojonegoro Gelar Workshop Advokasi Media

Editor: samian
Jum'at, 18 Desember 2015
SuaraBanyuurip.com/Athok
GELAR WORKSHOP : AJI Bojonegoro bekerjasama dengan AJI Indonesia akan menggelar Workshop Advokasi pekerja Media di Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bojonegoro bekerja sama dengan AJI Indonesia akan menggelar Workshop Advokasi Pekerja Media di Hotel Aston Bojonegoro selama dua hari yakni Sabtu-Minggu (19-20 Desember 2015).‎ 

Workshop Advokasi Pekerja Media ini diikuti oleh perwakilan AJI Bojonegoro dan perwakilan AJI kota se-Jatim, Jateng, DIY dan juga perwakilan AJI Papua.

Ketua AJI Kota Bojonegoro, Anas Abdul Ghofur, mengatakan kasus perselisihan hubungan ketenagakerjaan dalam industri media akhir-akhir ini terus meningkat. Terakhir, lanjut dia, puluhan pekerja Bloomberg TV di Jakarta diberhentikan sepihak. Kemudian, 11 pekerja Harian Semarang juga dipecat sepihak oleh manajemen. Padahal, sudah ada putusan dari Mahkamah Agung untuk membayar pesangon pekerja Harian Semarang itu.

"Namun pihak perusahaan tetap memilih menutup Harian Semarang," ujarnya, Jum'at (18/12/2015).

Menurut dia, di era digital ini pertumbuhan media berkembang pesat. Dewan Pers hingga akhir tahun 2014 mencatat jumlah media di Indonesia sebanyak 2130. Rinciannya, media cetak harian, mingguan, dan bulanan sebanyak 567, stasiun radio sebanyak 1166, media televise siaran lokal dan nasional sebanyak 194, dan media siber atau online sebanyak 211.

“Banyaknya media yang terbit ini menyisakan berbagai persoalan hubungan industrial,” ujarnya.

Berbagai persoalan itu di antaranya banyak pekerja media yang diupah tidak layak, tidak adanya jaminan asuransi kesehatan dan hari tua, serta tidak diberikannya hak cuti hamil atau hak cuti lainnya Pengusaha media juga bisa menutup tiba-tiba perusahaan media manakala dianggap sudah tidak untung lagi.

"Ini jelas merugikan pekerja media,” imbuhnya.

Banyaknya persoalan pelanggaran hak pekerja, pemutusan hubungan kerja sepihak, tidak diberikannya ruang bagi pekerja untuk berserikat ini menjadi perhatian AJI Indonesia. Oleh karena itu, kata dia, AJI Bojonegoro dengan AJI Indonesia menggelar Workshop Advokasi Pekerja Media.

“Tujuan workshop ini agar Jurnalis bisa melindungi diri ketika terjadi perselisihan dengan perusahaan media,” ucapnya.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Workshop Advokasi Pekerja Media, Khorij Zaenal Asrori, mengatkan, workshop ini rencananya akan diikuti sekitar 30 pekerja media dari Jatim, Jateng, DIY, dan juga Papua.

“AJI Bojonegoro merasa terhormat menjadi tuan rumah penyelenggaraan workshop ini. Ke depan kegiatan semacam ini diharapkan akan terus berkelanjutan,” tutur Khorij. (Roz)

Dibaca : 583x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan