Alih Fungsi Lahan, Dewan Sebut Produksi Padi Masih Aman

Senin, 28 Oktober 2019, Dibaca : 204 x Editor : rozaqy

SuaraBanyuurip.com
Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Astyasasmi


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Komisi B, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebut, produksi padi tahun ini masih aman meskipun lahan pertanian banyak yang alih fungsi baik untuk industri minyak dan gas bumi, perumahan, pertokoan, rumah sakit, hotel, dan sebagainya.

"Memang paling besar alih fungsi lahan itu, digunakan untuk industri migas," kata Ketua Komisi B, DPRD Bojonegoro Sally Astyasasmi, Senin (28/10/2019).

Baca Lainnya :

    Dari data yang didapat, kata Politisi asal Partai Gerindra ini, tahun 2018 jumlah produksi padi masih berkisar 800.000 ton sampai 900.000 ton. Jumlah itu, masih lebih besar dari konsumsi masyarakat di Bojonegoro.

    "Jadi, masih aman untuk Bojonegoro," imbuhnya.

    Baca Lainnya :

      Meski demikian, untuk pengendalian alih fungsi lahan memang harus dilakukan. Hal itu berkaitan langsung dengan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

      "Namun, hal itu, bukan wewenang Komisi B untuk memberikan komentar. Yang jelas, alih fungsi lahan harus diatur melalui Perda RTRW," tandasnya.

      Sally menyatakan, walau dalam kondisi aman, namun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pertanian harus tetap memaksimalkan produksi padi melalui program-program yang pro petani.

      "Kalau bisa kan tetap ditingkatkan produksi padinya, harus ada perhatian jug dari Pemkab," lanjutnya.


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more