Kamis, 16 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Antisipasi Terorisme Brimob Polda Jatim Gelar Simulasi

Editor: nugroho
Rabu, 15 Mei 2013
Eky Nurhadi
SIMUALSI : Anggota Jibom Subden 3 Detasemen C Satbrimob Polda Jatim berupaya menyelamatkan sandera dari tangan teroris.

SuaraBanyuurip.com - Eky Nurhadi

Bojonegoro - Tim penjinak bom (Jibom) Subden 3 Detasemen C Satbrimob Polda Jatim, Bojonegoro menggelar simulasi. Latihan ini untuk mengantisipasi pergerakan terorisme diwilayah Kabupaten Bojonegoro pasca tertangkapnya sejumlah anggota teroris diwilayah Jawa Barat beberapa waktu lalu.

"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kemampuan jibom dan wanteror untuk kesiap-siagaan keanggotaan," tegas Kasubden 3 Detasemen C Satbrimob Polda Jatim, Bojonegoro, AKP Edi Suyono, Rabu (15/05/2013).

Edi menjelaskan, antisipasi pergerakan terorisme di Bojonegoro ini dilakukan karena geografis Bojonegoro merupakan daerah perbatasan antara Jawa Timur - Jawa Tengah. Sehingga sangat memungkinkan banyak protolan dari murid Abu Bakar Ba'asyir masuk ke wilayah Bojonegoro.

Terlebih lagi, ungkap Edi, di Bojonegoro juga banyak terdapat objek vital salah satunya pemboran minyak dan gas bumi (migas) Blok Cepu yang dioperatori Mobil Cepu Ltd yang merupakan anak perusahaan raksasa migas, ExxonMobil asal Amerika Serikat.

"Meskipun saat ini Bojonegoro masih aman, tapi kita tetap waspada," ungkap AKP Edi Suyono.

Selain segi pengembangan kemampuan untuk meminimalisir pergerakan terorisme di Bojonegoro, Subden 3 Datasemen C Satbrimob Polda Jatim juga selalu memantau pergerakan pelaku teroris.

"Penyelidikan intelejen selalu memonitor gerakan mereka (teroris)," pungkasnya.

Dari pantauan, dalam simulasi penanganan bom tersebut diperagakan tiga orang yang berperan sebagai teroris menyandra satu korban. Selanjutnya sebanyak 30 pasukan tim penutup dan 10 orang pasukan perlawanan teror (wanteror) melakukan gerakan taktis mendekati tempat kejadian perkara (TKP) untuk pengamanan di lokasi penyandraan.

10 dari 30 pasukan penjinak bom (jibom) itu kemudian menyisir lokasi untuk mengamankan korban. Setelah berhasil diselamatkan, bom yang sudah ditaruh dilokasi oleh pelaku teroris selanjutnya diledakan. Sebelum proses peledakan, tim menetralisir sekitar lokasi kejadian. (had)

 

Dibaca : 955x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan