Rabu, 24 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

ASTAGA dan MAHIPAL Petakan Goa di Bawah Tambang Kapur

Editor: samian
Minggu, 05 Agustus 2018
12
Ali Imron
PETAKAN GOA : Ditemukan goa eksotis di bawah tambang kapur tradisional warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding.
SuaraBanyuurip.com
Proses pemetaan goa.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Asosiasi Wisata Goa Indonesia (ASTAGA) yang bekerja sama dengan Mahasiswa Pecinta Alam (MAHIPAL) UNIROW Tuban, Jawa Timur, telah memetakan goa yang berada di bawah tambang kapur tradisinal tepatnya di Dusun Krajan, Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Goa yang baru ditemukan pada pekan ini, berada pada titik ketinggian 97 mdpl dengan koordinat 06°56'18.3" S 111°59'52,7" E. Sementara pintu goa di temukan tepat di lokasi tambang masyarakat, dengan pemilik lahan Bapak Sumo Sayu.

Kepada suarabanyuurip.com, Nafikurrohman menjelaskan, goa yang berada di Desa Jadi termasuk goa dengan air resapan yang sangat bagus. Hal ini di buktikan dengan adanya banyak genangan dan terbentuknya banyak ornamen.

"Air resapan dari permukaan ini yang menjadi salah satu penyebab bermunculanya ornament," ujar Nafik sapaan akrabnya.

Lebih dari itu, goa ini mempunyai kedalaman vertical 6 meter dengan panjang lorong 214 meter. Masing-masing lorong mempunyai variasi keindahan ornament yang berbeda-beda. Bahkan termasuk ornament langka, yang kita temukan di daerah karst Tuban maupun karts daerah Utara Jawa.

Pada ujung goa ini, ASTAGA dan MAHIPAL juga menemukan kolaman yang belum diketahui kedalaman dan panjang kolamanya. Apabila belajar dari Goa Jati Jajar Kebumen dibalik kolaman dengan lorong yang sangat panjang, tidak menutup kemungkinan di balik kolaman ini juga di temukan lorong.

"Sebagai kelompok pemerhati goa dan lingkunganya kami mengambil langkah awal pemetaan goa dan pendataan potensi," terangnya.

Hal ini dimaksudkan sebagai langkah awal memproteksi goa dan lingkunganya. Banyak potensi yang bisa kita kembangan di goa ini, dengan pengembangan/pengelolaan yang lebih strategis.

Kendati demikian, hal itu tidak bisa di lakukan dari salah satu kelompok saja, tapi butuh sinergi dari berbagai lini. Baik pemerintah, masyarakat, pemerhati goa, dan stakeholder lainnya.

"Sebagai pemerhati goa akan mengembalikan kembali kepada pihak desa, maupun pemerintahan daerah atas kebijakan yang akan di ambil untuk goa ini," tandasnya.

Sebatas diketahui, Gua tersebut ditemukan oleh Sudariono (35), salah satu warga yang menambang batu kapur di lahan miliknya sendiri. Bersama empat penambang lainnya kaget, karena terdapat lubang dan keluar anginnya dari bawah.

"Ini baru kemarin sekitar pukul 15.30 WIB. Kaget, waktu nambang ada lubang dan keluar anginnya," terang Sudariono.

Setelah terlihat ada lorong dalam, kemudian ia bersama dengan penambang lain membuat jalan untuk bisa masuk ke dalam gua.

Baru sehari ditemukan dan viral, gua ini langsung dipasang garis polisi oleh petugas kepolisian setempat.

"Alasannya gua beresiko memakan korban, karena belum diketahui keamanannya," imbuh pria berkulit sawo matang ini.(Aim)

Dibaca : 3236x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan