Rabu, 24 April 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Astek On GGO Desak Kemenkumham Cabut Izin FKMB

Editor: nugroho
Jum'at, 08 Februari 2019
Ist
Empat tuntutan Astek On GGO yang tertuang dalam surat pemberitahuan aksi kepada Polres Bojonegoro yang sudah beredar.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Asosiasi Tenaga Kerja Oil dan Gas Bojonegoro (Astek On GGO) akan menggelar aksi damai di Lapangan Migas Kedung Keris (KDK), Blok Cepu, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019), pukul 10:00 Wib.

Ada beberapa tuntutan yang diusung dalam aksi tersebut. Salah satunya mendesak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum-HAM) mencabut izin pendirian Forum Kedaulatan Masyarakat Bojonegoro (FKMB). Alasannya, tidak sesuai dengan nilai kemasyarakatan yang diperjuangkan masyarakat lokal Bojonegoro. 

"Kami selaku pekerja lokal merasa resah," tulis Koordinator Lapangan, Muhammad Kamaludin melalui surat pemberitahuan aksi kepada Polres Bojonegoro yang didapat suarabanyuurip.com, Jumat (8/2/2019). 

Tiga tuntutan lainnya adalah mendukung kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) beserta maincontraktor dan subkontraktor dalam pengerjaan proyek Blok Cepu agar menyerap tenaga kerja; penegakkan Peraturan Daerah (Perda) No23/2011 tentang Konten Lokal; dan menolak campur tangan lembaga swada masyarakat (LSM) di luar masyarakat terdampak ring 1 Blok Cepu. 

Sesuai surat pemberitahuan yang beredar, aksi damai akan diikuti 100 orang. Dengan lokasi demo Lapangan migas KDK dan Kantor DPRD Bojonegoro. 

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli menegaskan telah menyiapkan pengamanan untuk aksi tersebut. 

"Laksanakan dengan tertib dan tidak melanggar Undang-undang," himbaunya dikonfirmasi Jumat malam. 

Sementara itu, suarabanyuurip.com masih berupaya mendapat tanggapan dari Ketua FKMB terkait tuntutan Astek On GGO. 

Sekadar diketahui, FKMB beberapa kali melakukan demo. Diantaranya menuntut agar Kilang Mini TWU dioperasionalkan kembali, transparansi ExxnMobil Cepu Limited dalam perekrutan tenaga kerja dan program corporate social responsibility (CSR). 

Kemudian demo soal bagi hasil Participating Interes (PI) Blok Cepu antara BUMD Bojonegoro PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) dan PT Surya Energi Raya, selaku penyandang dana. Bagi hasil tersebut dinilai merugikan Bojonegoro.

Terbaru FKMB melakukan demo di Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Agung agar mengusut dugaan korupsi dana bimbingan teknis (Bimtek) dan sosialisasi Undang-undang tahun 2012 di DPRD Bojonegoro.(rien) 




Dibaca : 791x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>