Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Babat Menuju Green & Clear

Editor: mugito
Rabu, 21 November 2012
suarabanyuurip.com/totok
JADI PRIORITAS : Jl Gotong Royong babat yang menjadi langganan banjir diharapkan musim penghujan kali ini bebas banjir.

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan - Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur terus dipercantik. Salah satunya  melakukan penataan lingkungan agar kecamatan produsen Wingko itu bisa green and clear (hijau dan bersih) dan menjadi kota ke dua setelah Lamongan Kota.

Setelah membangun megah pasar baru dengan investasi Rp.55,225 milyar dan pasar agrobis Semando yang menghabiskan dana pembangunan Rp.52 milyar, Kecamatan Babat fokus pada persoalan krusial yakni banjir dan kebersihan akibat tumpukan sampah.

Sebab setiap musim penghujan, banjir selalu melanda wilayah strategis ini akibat meluapnya Kali Konang dan  Kali Gotongroyong. Beberapa tempat yang menjadi langganan banjir diantaranya adalah jalan gotong royong, Pasar Baru Babat, Jalan Pemuda dan jalan Kartini. 

Camat Babat, Jarwito mengatakan, selama 2,5 tahun menjabat camat babat dirinya mengaku fokus pada penanganan banjir dan kebersihan. Untuk penanganan banjir, dari hasil usulan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, ditahun 2012 ini  telah dilakukan pengerukan Kali Konang dengan dana APBD. Selain itu rutin mengadakan kerja bakti disepanjang Kali Konang dengan anggota Polsek dan Koramil Babat.

“Diharapkan dengan kegiatan tersebut aliran sungai konang  lebih lancar sehingga tidak lagi terjadi banjir dimusim penghujan,” kata mantan camat Sambeng ditemui di Kantornya, Rabu (21/11/2012).

Sedangkan untauk tahun 2013 mendatang, lanjut, Jarwito, dirinya juga telah mengajukan usulan ke Pemkab lamongan agar melakukan sudetan di Sungai Gendong-Sogo yang juga menjadi biang banjir. “Mudah-mudan tahun 2013 bisa terealisasi sehingga Babat bebas banjir,” cetus Jarwito.

Sementara, untuk menciptakan babat yang bersih dan indah, Jarwito merangkul dua kelurahan yang ada  yaitu Kelurahan Babat dan Banaran.  Alasannya, Lurah bisa menjadiujung tombak masyarakat sehingga diharapkan dapat aktif menggerakkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

“Partisipasi masyarakat semakin tumbuh. Budaya bersih-bersih dimasyarkat telah menjadikan babat lebih bersih dan indah. “jelas Jarwito bangga. Dikonfirmasi terpisah, Lurah Babat, Nur Wachid mengungkapkan, untuk menciptakan Babat bersih dan indah  dia telah mengoptimalkan ketua RT di 45 RT yang ada untuk menumbuhkan budaya kerja bakti lingkungan dan mensosialisasikannya lewat PKK. 

Selain itu juga memberikan dana stimulan untuk RT sebesar Rp. 5,2 juta/RT dari pemkab Lamongan untuk menumbuhkan budaya kerja bakti dan swadaya masyarakat.     “Diwilayah Sawo telah dibangun bak penampungan sampah. Ini bisa menjadi barometer wilayah lain dikelurahan Babat.,“ sambung Wachid kepada SuaraBanyuurip. D

ia menambahkan, untuk penanggulangan banjir, selain telah dilakukan pengerukan KaliKonang dan Kali Gotongroyong, dikelurahan Babat juga telah dibangun tempat pembuangan air dan pompa air sehingga diharapkan tidak terjadi lagi banjir di Babat. (tok/suko) 

 

Dibaca : 1685x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan