Kamis, 16 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Bajaj Wisata Tuban Dijadwalkan Operasi Sebelum Ramadhan

Editor: samian
Rabu, 09 Mei 2018
Ali Imron
UJI COBA : Wabup Tuban sudah menguji coba Bajaj Wisata dan Industri.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Mode transportasi baru di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bajaj wisata dan industri dijadwalkan beroperasi sebelum bulan Ramadhan tepatnya pada 20 Mei 2018 mendatang. Operasi kendaraan roda tiga yang ramah lingkungan ini, masih menungu Peraturan Bupati (Perbup) yang sedang digodok di bagian hukum Setda Tuban.

"Kita masih menunggu Perbub untuk mengoperasikan bajaj ini," ujar Kepala RonggoTrans BUMD PT Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) Tuban, Mundlir, kepada suarabanyuurip.com melalui sambungan teleponnya, Rabu (9/5/2018).

Pria ramah ini menjelaskan, sesuai arahan dari Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, pada tanggal 20 Mei nanti hanya ada 5 unit bajaj yang dioperasikan. Target awal, kendaraan bermesin 4 tak ini bisa menjangkau di kawasan perumahan hingga malam hari.

Untuk rute bajaj ini, Mundlir belum bisa menjelaskan detail. Sebagai pelaksana di lapangan, pihaknya akan mematuhi Perbup dan arahan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban.

"Kita belum tahu karena masih menunggu peraturannya," jelasnya.

Kepala Dishub Tuban, Muji Slamet, membenarkan jika transportasi ini akan dioperasikan tanggal 20 Mei mendatang. Inovasi ini menjadi jawaban, atas hampir mati surinya transportasi di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) khususnya di kawasan kota.

"Bajaj akan segera beroperasi," janjinya.

Mantan Camat Soko ini, menambahkan, angkutan lingkungan ini dijamin tidak akan mengganggu angkutan kota atau sejenisnya seperti becak. Sebaliknya, justru akan saling mendukung dan lebih menggairahkan roda perekonomian.

Latar belakang munculnya bajaj ini karena jumlah angkutan kota yang terus menurun, dan kondisi kendaraan yang semakin jauh dari kelayakan jalan. Terlebih lagi, tidak adanya angkutan kota yang beroperasi pada malam hari.

Hadirnya angkutan lingkungan ini, Dishub bisa melibatkan warga untuk ikut andil memiliki angkutan tersebut. Ketentuannya di bawah kendali operator Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tuban, PT Ronggolawe Sukses Mandiri.

Keterlibatan BUMD karena posisinya sebagai perusahaan swasta yang memiliki banyak fleksibilitas. Melalui swasta, diharapkan dapat dikelola secara profesional baik dari segi profit maupun benefitnya.

"PT Ronggolawe hanya akan berperan sebagai operator pengelolaan bukan sebagai pemilik tunggal," tegas Muji sapaan akrabnya.

Secara berangsur kepemilikan angkutan lingkungan ini akan dibuka untuk umum. Artinya, warga Tuban punya hak yang sama untuk ikut memiliki angkutan lingkungan ini dengan dikordinir langsung oleh BUMD.

Sebelum meluncurkan moda transportasi bajaj wisata dan industri, Pemerintah Kabupaten Tuban telah mengkaji dampak sosial ekonominya. Kendaraan plat kuning ini dipastikan tidak mengganggu transportasi lain yang sudah ada di Bumi Wali.

Pada 9 Januari 2018 lalu, Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein juga telah melakukan uji coba bajaj ini. Waktu itu, pria kelahiran Kecamatan Rengel ini, meminta BUMD RSM untuk memperbaiki banyak hal mulai pintu, hingga luasan bagasi.

"Transportasi ini menjadi jawaban masa depan dan perlahan menggantikan moda transportasi tenaga manusia," pungkas Wabup Tuban. (Aim)

Dibaca : 499x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan