Banggar Minta TAPD Bojonegoro Tidak Buat Perda "Oblok-oblok"

Kamis, 07 November 2019, Dibaca : 427 x Editor : rozaqy

Ririn Wedia
Rapat pembahasan KUA PPAS APBD 2020 Kabupaten Bojonegoro


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bojonegoro, untuk komitmen dalam membuat Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020.

"Harus komitmen, jangan buat Perda "oblok-oblok"," kata salah satu anggota Banggar dari Fraksi PDI Perjuangan, Lasmiran, pada rapat pembahasan KUA PPAS APBD 2020 di ruang Paripurna, Kamis (7/11/2019).

Baca Lainnya :

    Menurutnya, istilah "oblok-oblok" ini, melihat pengalaman jalannya rapat pembahasan Perda APBD tahun 2019 sangat panjang dan melelahkan. Semua kegiatan dari usulan DPRD yang sudah tertuang didalam APBD sesuai kesepakatan, ternyata tidak ada yang direalisasikan.

    "Sebelum dibahas KUA PPAS, kami meminta komitmen dari tim APD untuk benar-benar melaksanakan kesepakatan bersama," tegasnya.

    Baca Lainnya :

      Anggota Banggar dari Fraksi Partai Amanah Nasional (PAN), Lasuri meminta agar pembahasan KUA PPAS APBD 2020 tidak berlarut-larut. Karena, waktu pembahasan APBD 2020 hanya tinggal dua hari saja.

      "Kami minta agar ketua TAPD mengabsen dulu anak buahnya. Mintakan komitmennya seperti apa. Karena, pembahasan ini sangat penting, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus hadir," tandasnya.

      Ketua TAPD Pemkab Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan, jika pembahasan keuangan daerah bukan hanya komitmen dirinya saja.Tetapi juga semua Kepala OPD yang menjadi eksekutor.

      "Jadi, saya persilahkan masing-masing OPD menyampaikan komitmennya," pungkasnya.

      Untuk diketahui, didalam draft KUA PPAS APBD tahun 2020 Pemkab Bojonegoro, besaran pendapatan adalah sebesar Rp4,08 triliun, sementara belanja sebesar Rp5,9 triliun. Untuk menutup besaran belanja, ada sisa lebih anggaran atau silpa sebesar Rp1,3 triliun yang menjadi devisit anggaran. (Rien) 


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more