Rabu, 19 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Bangun Fasilitas Megah dengan Duit Minyak

Editor: nugroho
Kamis, 25 Juli 2013

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto mulai merealisasikan janjinya untuk meningkatkan pembangunan sejumlah infrastruktur di wilayahnya. Pembangunan fisik berskala megah itu mengandalkan pendapatan dari sektor migas yang ada di Bojonegoro.

Ada tujuh skala prioritas pembangunan infrastuktur yang dilakukan Suyoto tahun ini. Yakni Masjid Agung Darussalam yang akan disinkronkan dengan Alun-alun Bojonegoro dan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Sesuai perencanaan pembangunan tiga fasilitas yang menelan biaya sekira Rp40 milyar - Rp50 milyar dengan sitim kontrak tahun jamak itu diorentasikan pada wisata berbasis religi.

Prioritas pembangunan kedua adalah jembatan Padangan-Kasiman yang sekarang masih menunggu rekomendasi dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) dan ditargetkan tahun selesai. Selanjutnya Gedung Olar Raga (GOR) yang rencananya akan dibangun di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander untuk lebih menghidupkan suasana di wilayah Bojonegoro bagian selatan.

Pembangunan ke empat adalah gedung Pemkab setinggi tujuh lantai, terdiri dari beberapa kantor yang akan dijadikan satu. Kemudian pembangunan Gedung Dinas Pendidikan dengan tiga lantai, pembangunan 250 embung, penambahan 24 kamar Griya Dharma Kusuma (GDK) .

“Tahun ini kita akan memulai semua pembangunan itu,” kata Suyoto kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (25/7/2013).

Menurut Suyoto, pembangunan fasilitas itu merupakan salah satu upaya Pemkab Bojonegoro memberikan kenyamanan bagi masyarakat Bojonegoro. Selain itu juga bentuk memanfaatkan sumber migas yang ada di Bojonegoro.

 

"Kita tahu jika Bojonegoro yang dulu termasuk lima daerah termiskin di Jawa Timur,dan kini saya harus berjuang bagaimana memanfaatkan potensi migasnya, agar bermanfaat bagi kepentingan nasional dan juga buat rakyat Bojonegoro sendiri," tandas Ketua DPW PAN Jatim ini.

Dia menambahkan, dari pendapatan sektor migas yang diterima Pemkab selama ini sebagian telah ditabung. Total dana dari sektor migas yang ditabung telah mencapai Rp 5 miliar. Jumlah itu akan ditambah lagi sebesar Rp 5 miliar untuk tahun berikutnya.

"Ini kita lakukan agar anak cucu kita nanti juga dapat ikut merasakan berkah dari industri migas disini," pungkas Suyoto.(rien)

Dibaca : 1790x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan