Bapenda Nilai Pendapatan Sektor Wisata Bojonegoro Kecil

Minggu, 08 September 2019, Dibaca : 222 x Editor : samian

dok SBU
Kepala Bapenda Bojonegoro, Herry Sudjarwo.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan, sampai saat ini pendapatan dari sektor wisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dinilai masih kecil. Perlu berbagai upaya agar mampu memenuhi target yang ditetapkan.

"Sampai saat ini pendapatan yang masuk baru mencapai Rp753.384.000 dari target pendapatan sebesar Rp1.546.000.000," kata Kepala Badan Pendapatan Bojonegoro, Herry Sudjarwo, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (8/9/2019).

Baca Lainnya :

    Dari pendapatan tersebut rinciannya, Dander Park sebesar Rp400.041.000, Kahyangan Api sebesar Rp241.335.000, dan Waduk Pacal sebesar Rp82.005.000.

    "Pendapatan itu dari tiga tempat wisata, untuk yang lain belum ada," tukasnya.

    Baca Lainnya :

      Menurutnya, pendapatan dari sektor wisata masih harus ditingkatkan lagi. Karena, belum ada dampak signifikan usai pagelaran akbar Tari Thengul dan Sego Buwohan yang sempat menorehkan rekor MURI.

      "Sejak ada festival Tari Thengul dan Sego Buwuhan kemarin, belum ada efek. Memang harus sering menggelar event yang bisa mengundang wisatawan," tandasnya.

      Pendapatan sektor wisata, diprediksi tidak akan bisa menggeser pendapatan utama daerah melalui Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas).

      "Jauh, sangat jauh, kalau mau menggeser DBH Migas. Target pendapatannya saja belum bisa memenuhi," imbuhnya.

      Di konfirmasi terpisah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) optimis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan target  kunjungan wisatawan sebanyak 1,5 juta pada tahun ini.

      "Untuk mengejar target itu, Disbudpar terus memperbaiki kualitas destinasi wisata dan menambah event wisata," kata Kepala Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Amir Sahid.

      Pihaknya optimistis pada tahun 2019, Kabupaten Bojonegoro mampu menggait wisatawan, baik dari dalam daerah maupun luar daerah, bahkan juga wisatawan asing.

      Dari data menyebutkan, Disbudpar pada tahun 2018 mendapatkan kunjungan wisatawan yang tercatat mencapai 1,2 juta orang, melonjak sekitar 500 ribu kunjungan dari pada tahun 2017 yang hanya di angka 693.611 wisatawan.

      "Kami berupaya fokus pada penataan kawasan wisata yang telah ada, agar semakin menarik minat pengunjung dengan memberdayakan dan meningkatkan kreatifitas budaya dan kesenian khas," pungkasnya.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more