Rabu, 19 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Bapenda Ragukan Tambahan Transfer DBH Migas Triwulan 4

Editor: samian
Rabu, 12 September 2018
dok SBU
Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain Bapenda, Anang Prasetya Adi.

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Badan Pendapatan (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meragukan tambahan transfer Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas)  pada triwulan ke 4 sebesar Rp13,6 miliar.

"Kami tidak yakin ada transfer lagi dari pemerintah pusat," kata Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain Bapenda, Anang Prasetya Adi, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (12/9/2018).

Menurutnya, saat ini penyelesaiaan kurang bayar DBH Migas triwulan ke 4 tahun 2017 menggunakan pagu sisa DBH Migas triwulan ke 4 tahun 2018. Dimana, dalam prognosa 2018 hanya sebesar Rp403 miliar.

Selama ini, transfer DBH Migas yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sampai dengan triwulan ke 3 adalah sebesar Rp943,2 miliar. Pagu sisa triwulan ke 4 hanya sebesar Rp403 miliar sebab belum ada revisi prognosa DBH Migas karena kenaikan harga minyak dan tidak adanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN) Perubahan 2018.

Sekarang ini, lanjut Anang, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menghitung berapa perhitungan kurang bayar dan lebih DBH Migas  pada 2018 ini.

"Kemungkinan, hasil perhitungan keluar pada awal November 2018 sambil dihitung celah fiskalnya," pungkasnya.

Di beritakan sebelumnya, pada triwulan ke empat tahun 2018 ini, Pemerintah Pusat akan melakukan transfer Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas Bumi (Migas) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, sebesar Rp13,6 miliar.

"Pemerintah pusat akan menstransfer DBH Migas senilai Rp28 triliun ke seluruh daerah di Indonesia, termasuk Bojonegoro," kata Ketua Komisi B, Sigit Kusharianto, kepada Suarabanyuurip.com pada Senin (10/9/2018) kemarin di kantor DPRD setempat.

Hal itu terungkap setelah kunjungan kerja yang dilaksanakan Komisi B ke Direktorat Jenderal Perimbangan dan Keuangan Kementerian Keuangan pada Jumat (7/9/2018) lalu di Jakarta untuk memastikan pendapatan daerah dari DBH Migas tahun ini.

Dari informasi yang diterima, transfer DBH Migas sebesar Rp28 triliun tersebut, selain diberikan kepada Pemkab Bojonegoro sebesar Rp13,6 miliar, sebesar Rp4,6 triliun diberikan untuk rekonstruksi akibat bencana gempa di Lombok.

"Jadi, akhir tahun ini kita mendapatkan pendapatan tambahan dari DBH Migas," tegasnya.

Selain itu, Komisi B juga mendapat kepastian jika dari hasil perhitungan yang dilakukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), baik lebih salur maupun kurang salur DBH Migas tahun ini keduanya telah terpenuhi.(rien)

 

Dibaca : 450x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan