Kamis, 16 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Batik "Jonegoroan" Khas Bojonegoro Mendunia

Editor: samian
Senin, 30 April 2018
Disbudpar Bojonegoro
MENDUNIA : Para model memamerkan Batik Jonegoroan di salah sati Fashion Show.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Batik "Jonegoroan" khas Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin dikenal dunia. Dua event internasional telah menjadi bukti jika perpaduan karya seni dan budaya dari daerah yang di lintasi Sungai Bengawan Solo, ini diterima di kancah internasional.

Dua event itu adalah International Ipoh Fashion Week Malaysia 2017, dan Collaboration Culture Fashion Week Peagent Singapura 2018, bersama Miss Ada Goh brand Martini G Founder  B and W pada  pada bulan Oktober 2018. Kedua event tersebut mengangkat Batik Jonegoroan sebagai tema.

Event di Negeri 1001 larangan (Singapura, red), itu akan menggabungkan dua culture yaitu Indonesia dan China. Batik Jonegoroan bakal di design oleh Designer China dan Singapore untuk Event Qipao Peagent. 

Melejitnya Batik Jonegaran di panggung pameran mode dunia ini tidak lepas dari sentuhan Martini Suarsa, fashion designer asal Jakarta. Perancang busana asal Lampung itu begitu peduli dan cinta dengan pengembangan batik lokal.

Martini datang ke Bojonegoro untuk memberikan "positif influence" bagi masyarakat, jika batik sebagai warisan luhur yang harus dilestarikan dan menjadi budaya. Dengan tulus dia membantu designer dan perajin dalam mengembangkan dan memasarkan batik Jonegoroan.

Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Kelembagaan Pariwisata dan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Dyah Enggar Rinimukti, mengaku bangga Batik Jonegoroan menjadi tema dalam event nasional. 

"Ini sebuah kebanggan," ucap Enggar, panggilan akrabnya, kepada suarabanyuurip.com, Senin (31/4/2018).

Diakui, kedatangan Martini Suarsa di Bojonegoro beberapa waktu lalu telah memberikan motivasi untuk terus mengeksplorasi Batik Jonegoroan. Melalui kegiatan Bojonegoro Fashion and Art Award 2017, pihaknya mengumpulkan perajin dan fashion designer lokal hasil audisi.

"Para perajin, fashion designer lokal dan fashion designer nasional kami kolaborasikan untuk membuat karya busana dengan segmen yang ditentukan," jelas Enggar.

Embrio tersebut telah menjadikan para fashion designer percaya diri untuk membawakan karyanya dengan bahan Batik Jonegoroan. Karya mereka sudah ditampilkan di sejumlah event seperti Jogja Fashion Week, Jakarta Fashion Week.

"Kami akan terus mengembangkan industri kreatif batik melalui berbagai event, promo dan kolaborasi," tegasnya. (suko)

Dibaca : 440x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan