Sabtu, 24 Februari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Menjelang Konstruksi Jambaran Tiung Biru

Berharap Ada Komitmen Perbaikan Jalur Transportasi

Editor: nugroho
Senin, 12 Februari 2018
ririn wedia
SAMPAIKAN KELUHAN : Winto saat hearing bersama PEPC dan pihak terkait di DPRD Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mempertanyakan komitmen Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) dan kontraktornya terhadap jalan kabupaten di wilayah Gayam jika nanti proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement, and Constructions - Gas Processing Facilities/EPC - GPF) Jambaran-Tiung Biru (J-TB) dimulai.

Sebab sudah dapat dipastikan akan terdapat mobilitasi tinggi dan pengangkutan alat berat melebihi tonase jalan yang melintasi jalan tersebut yang dapat mempercepat kerusakan jalan.

“Ini saja, jalannya sudah mulai rusak. Padahal baru saja diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang," kata Kepala Desa Gayam, Winto, kepada suarabanyuurip,com saat ditemui di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jumat (10/2/2018) lalu. 

Jalan kabupaten di wilayah Gayam sekira sepanjang enam kilo meter lebih mulai perempatan Pasar Desa Gayam hingga pertigaan Dusun Gledekan, Desa Mojodelik. Selama ini, Winto mengaku, kerap bersitegang dengan perusahaan migas terkait perbaikan jalan. Padahal, Pemkab Bojonegoro sudah jelas menyebutkan kerusakan jalan tanggung jawab perusahaan yang menggunakan jalan sebagai transportasi proyek. 

"Harapannya, ada komitmen dari PEPC dan kontraktornya untuk perbaikan jalan jika digunakan untuk transportasi proyek di J-TB nantinya,” tegas Winto. 

Tidak hanya jalan saja, Winto juga berharap ada perhatian untuk jembatan yang berada di wilayah Desa Gayam. Terutama yang akan digunakan sebagai transportasi proyek J-TB. Karena kondisinya sekarang masih memprihatinkan. Selain lebar hanya 5 meter, juga konstruksinya yang belum cukup kuat. 

“Jembatan juga harus diperhatikan,” tandas kades ring satu Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu itu. 

Dikonfirmasi terpisah, Public and Governmen Affair Manager Relations PEPC, Kunadi, belum memberikan jawaban terkait hal ini. Pesan pendek yang dikirimkan belum ada balasan.

Diperkirakan proyek konstruksi EPC-GPF dimulai pada Maret mendatang. Mega proyek ini akan dilaksanakan Konsorsium PT Rekayasa Industri (Rekin) - PT Japan Gas Corporation (JGC) – Japan Gas Indonesia (JGI).(rien)

Dibaca : 183x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan