Sabtu, 26 Mei 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Berharap Distribusi Air Bersih di Gayam Kembali Normal

Editor: nugroho
Senin, 10 Agustus 2015
ririn wedia
TIMBA AIR : Salah satu warga Sumur Pandan sedang menimba air di sumur karena distribusi air bersih dari HIPA tersendat.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Warga Dusun Sumurpandan, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku sejak tiga bulan terkahir ini tidak mendapatkan distribusi air bersih dari (Himpunan Pemakai Air (HIPA) di wilayah setempat.

Salah satu warga yang mewanti-wanti tidak disebutkan namanya mengatakan, untuk mengatasi kekurangan air tersebut, terpaksa mengambil dari air sumur dengan cara menimba tiap harinya.

"Saya bersama warga lainnya harus menimba air dan menggotong air dengan timba," kata ibu satu anak ini kepada suarabanyuuri, Senin (10/8/2015).

Warga dari RT 16 ini menyatakan, meskipun selama tiga bulan tidak mendapatkan distribusi air dari HIPA, namun tetap membayar kepada pengelola air bersih tersebut.

"Padahal tidak pernah makai, tapi masih ditarik air," katanya sambil menjemur pakaian di halaman rumahnya.

Dia bersama warga lainnya mengaku tidak tahu harus mengadu kemana. Selain karena takut menjadi konflik, juga berdampak pada distribusi selanjutnya pada musim penghujan.

"Yang tidak dapat air tidak cuma saya, semua warga di Dusun Sumurpandan sebelah selatan hampir keseluruhan juga tidak mendapatkan," tandasnya.

Akibat masalah ini,  sebagian warga harus rela menggunakan pompa air listrik daripada mengambil dari sumur dengan jarak yang cukup jauh. Kondisi ini menambah beban mereka karena untuk menggunakan pompa tersebut mengeluarkan biaya sendiri untuk listrik.

"Mbayarnya ya double, dari HIPA iya, pompa listrik juga iya. Kita mau nolak itu takut Mbak, tidak berani. Makanya nama saya jangan disebut," pinta wanita berusia 35 tahun ini.

Sementara itu, Ketua HIPA GayaM, Sukoco, menegaskan, untuk kebutuhan air bersih di Desa Gayam terdapat tiga tandon besar yang tersedia dari Dinas Kesahatan dan operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

"Ketiga tandon itu untuk mencukupi dua dusun yakni Sumurpandan dan Kaliglonggong," sambung dia dikonfirmasi terpisah.

Dia mengungkapkan, untuk satu tandon diperuntukkan warga di Dusun Sumurpandan dan Dusun Kaliglongggong sebelah utara. Sedangkan satu tandon lainnya untuk Dusun Sumurpandan tengah, dan satu lagi untuk Dusun Kaliglonggong sebelah selatan.

"Semua pengguna dikenakan biaya sesuai meteran dan hasil musyawarah masyarakat," tukasnya.

Disinggung adanya keluhan dari warga yang tidak mendapatkan air bersih namun tetap dikenakan biaya, Sukoco membantah hal tersebut. Menurutnya, tidak ada warga yang tidak mendapatkan aliran air bersih. Karena saat ini memasuki musim kemarau, maka kebutuhan air dilakukan secara bergilir.

"Kalau untuk administrasi atau pembiayaan saya serahkan kepada Pak Giarto," sergahnya.

Pihaknya mengaku, akan mengkroscek adanya laporan warga yang mengaku tidak mendapatkan aliran air bersih tersebut. Karena, selama ini tidak pernah mendapatkan informasi atau kendala di lapangan terkait distribusi air bersih.

"Intinya, air bersih di Desa Gayam sudah terpenuhi sesuai kesepakatan yakni di dua dusun tersebut. Karena hanya wilayah itu yang kekeringan di musin kemarau," tutupnya.(rien)

Dibaca : 579x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan