Berikan Obat Kedaluwarsa, Puskesmas Cepu Batal Jadi Percontohan

Sabtu, 24 Agustus 2019, Dibaca : 5170 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
BATAL : Puskesmas Cepu batal menjadi percontohan puskesmas di Blora akibat kasus pemberian obat kedaluwarsa kepada pasien KIS.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kasus dugaan pemberian obat kedaluwarsa yang dilakukan Puskesmas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kepada pasien Kartu Indonesia Sehat (KIS) baru-baru ini bakal berbuntut panjang. Lembaga pelayanan kesehatan di wilayah migas itu bakal sulit meningkatkan akreditasnya.

Baca : Puskesmas Cepu Diduga Gunakan Obat Kedaluwarsa

Baca Lainnya :

    Status akreditas Puskesmas Cepu sekarang ini adalah Utama. Sementara masih ada satu tingkatkan lagi yakni Paripurna.

    Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lucius Kristiawan mengatakan, peristiwa tersebut bisa berpengaruh terhadap akreditas Puskesmas Cepu. Karena untuk meningkatkan akreditas harus diimbangi dengan dokumen kajian dan rencana perbaikan.

    Baca Lainnya :

      “Dari dokumen itu ada perubahan tidak. Sudah diaplikasikan belum. Surveyer pasti akan melihat menelusurinya,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com saat berada di Cepu.

      Seharusnya, lanjut dia, kejadian yang menyangkut keselamatan pasien tidak boleh terjadi. Mulai dari sarana prasarana.

      Baca : Diduga Gunakan Obat Kedaluwarsa : Dinas Kesehatan Akan Audit Puskesmas Cepu

      "Termasuk di dalamnya mekanisme pemberian obat,” kata dia.

      Akibat kasus tersebut Puskesmas Cepu sulit meraih akreditas Paripurna. Bahkan, kata Kristiawan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora membatalkan rencana untuk menjadikan sebagai Pilot Project (percontohan).

      "Terpaksa kita batalkan," tegasnya.

      Menurut dia, sebenarnya pelayan di Puskesmas Cepu termasuk baik. Mulai dari kebersihan, penataan obat-obatan, hingga pembukuan.

      Baca : Puskesmas Cepu Berikan Obat Kedaluwarsa, Dinkes Siapkan Sanksi

      “Ya mau bagaimana lagi. Bejane Puskesmas Cepu. Faktanya memang seperti ini," pugkasnya.

      Diberitakan sebelumnya, Puskesmas Cepu memberikan obat kadaluwarsa berupa Ciprofloxacin 500 mg produksi Bernofarm kepada pasien KIS atas nama Mochamad Lutvi (30). Masa berlaku obat itu tertulis Juni 2019.

      Peristiwa tersebut terjadi saat warga Jalan Cepu-Randublatung RT 1 RW 3 Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, periksa di Puskesmas Cepu, Selasa (13/8/2019). Ia diberi obat generik oleh apoteker.(ams)




      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more