Minggu, 26 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Tuntut Hak Kepemilikan Tanah

Besok, Ribuan Warga Cepu Bakal Gelar Aksi Demo di Jalan Pemuda

Editor: samian
Minggu, 10 Maret 2019
Ahmad Sampurno
DIALOG : Sebanyak 200 orang warga saat melakukan dialog bersama perwakilan Bupati Blora di Masjid Al Muhammad Cepu.

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Ribuan massa dari warga Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bakal melakukan aksi demo di wilayah kecamatan setempat, Senin (11/3/2019) besok. Warga yang berasal dari tiga kelurahan tesebut, akan menyuarakan aspirasinya terkait hak kepemilikkan lahan yang telah ditempati puluhan tahun.

Warga sudah merasa geram dengan ulah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora yang menggantung nasib mereka selama bertahun-tahun. Tanah yang saat ini mereka tempati adalah milik Pemkab Blora hasil tukar guling dengan Perhutani. Lahan seluas, 82,835 hektar itu adalah permukiman warga sejak puluhan tahun silam.

“Ada yang sudah 50 tahun sampai 60 tahun,” ujar koordinator Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Jawa Tengah, Darda Syahrizal, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (10/3/2019).

Pihaknya dalam persoalan ini, mendampingi warga untuk menuntut supaya tanah yang telah ditempati itu segera di berikan rekomendasi.

“Supaya bisa disertifikatkan menjadi hak milik,” kata dia.

Menurutnya, sudah sering dilakukan mediasi. Mulai sejak tahun 1990’an, tahun 2011, tahun 2012, dan tahun 2013. “Dan ini mungkin menjadi puncaknya, karena masyarakat pernah dijanjikan sertifikat atas lahan yang ditenpati,” tandasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa hari ini telah dilakukan dialog yang dihadiri perwakilan Bupati Blora, yaitu Purwadi Setiyono, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah, Sukur dari BPN Blora, serta unsur Forkopimcam Cepu.

“Hari ini sempat ada 200 orang datang ke Balai Kelurahan Cepu untuk dialog. Dengan harapan Bupati Blora, Djoko Nugroho datang. Tapi ternyata tidak. Akhirnya dialog dilanjutkan di halam Masjid Al Muhammad Cepu,” kata Darda Syahrizal.

Dalam dialog sempat terjadi cukup alot dan akhirnya menyampaikan tawaran kepada perwakilan Pemkab Blora. Yakni Bupati memberikan pernyataan tertulis bahwa yang ditempati saat ini adalah milik warga dan bisa disertifikatkan.

“Jika sampai pukul 21.00 WIB tidak ada itikad baik, maka warga akan tetap melakukan aksi demo secara damai di Jalan Pemuda Cepu,” jelasnya.

Tuntuntan tersebut, diamini Muhammad Husaini Warga Wonorejo Kelurahan Cepu. Dia menambahkan, bahwa aksi damai itu bisa berhenti jika bupati memberikan rekomendasi atau pernyataan tertulis terkait tuntutan warga. Kalau tidak, maka aksi akan tetap berlanjut.

“Ada sekira 2500 kepala keluarga (KK) dari empat wilayah yang berada di tiga keluarahan menempati lahan yang saat ini milik Pemkab Blora. Wilayah Wonorejo dan Tegal Rejo, Kelurahan Cepu, Wilayah Sarirejo, Kelurahan Ngelo, dan Wilayah Jatirejo, Kelurahan Karangboyo,” ujarnya.

Aksi besok juga mendapat dukungan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), badan otonom NU, JPKP serta warga dari empat wilayah tersebut.(ams)

 

Dibaca : 18812x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan