Sabtu, 18 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

BLH Minta Investor Pro Lingkungan

Editor: nugraha
Senin, 24 Februari 2014
SuaraBanyuurip.com/Ririn
BANJIR : Ditengarai akibat pembangunan perumahan, Desa Pacul menjadi langganan banjir setiap hujan deras mengguyur.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro masih melakukan kajian terhadap rencana penataan kota di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menjelang era industrialisasi minyak dan gas bumi(Migas) yang diusulkan oleh Tim Tata Kelola Indonesia dan Malaysia beberapa waktu lalu.

Kepala BLH Bojonegoro, Tedjo Sukmono, mengatakan, dalam kajian BLH memiliki peran penting karena berhadapan lansung dengan lingkungan. Beberapa diantaranya tata pengelolaan ekologi, pengelolaan penataan lingkungan, ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) 30 persen, ketersediaan penampungan air, drainase dan lokasi harus pro lingkungan.

Dia menjelaskan, dalam tata kelola kota ini ditujukan kepada para investor yang mulai melakukan pembangunan gedung dan diperkirakan berkembang pesat dalam jangka waktu lima sampai sepuluh tahun.

"Jangan sampai Bojonegoro menjadi kota metropolitan yang rawan banjir karena salah kaprah dalam tata kelola kota," tandas Tedjo.

Mantan Asisten III Sekretaris Kabupaten (Sekkab) itu menyatakan, semua investor yang masuk harus pro lingkungan. Jangan sampai pembangunan yang dilakukan investor baik itu rumah toko (ruko), hotel, perumahan,restauran dan lain sebagainya tidak memperhatikan lingkungan sekitar.

"Baik itu drainase maupun ruang terbuka hijau harus benar-benar diutamakan," tegas Tedjo.

Namun, sesuai kenyataan di lapangan pembangunan di Bojonegoro belum pro lingkungan. Salah satunya adalah dampak pembangunan perumahan Pacul Permai di Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro. Setiap hujan deras mengguyur lingkungan di sekitar perumahan menjadi langganan banjir sejak tiga tahun terakhir. Hal itu ditengarai adanya pembangunan perumahan baru di sekitar pemukiman warga.

"Saya tidak mau menyebut perumahan mana, tapi yang sudah tinggal puluhan tahun ya bisa menandai penyebab banjir itu darimana," ujar Trianisa (40), warga Desa Pacul. (rien)

Dibaca : 562x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan