Rabu, 18 Juli 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Blok Cepu Produksi Puncak, Target Pendapatan Bojonegoro Turun

Editor: nugroho
Selasa, 10 Juli 2018
ririn wedia
SAMPAIKAN PANDANGAN : Jubir F-PDI Perjuangan soroti menurunnya target pendapatan APBD 2017.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Terget pendapatan Bojonegoro, Jawa Timur, pada ABPD tahun 2017 mendapat sorotan Fraksi Partai PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Terget tersebut menurun dibanding 2016, padahal tahun 2017 lalu, Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, sudah berproduksi puncak.

Juru Bicara F-PDIP, Ali Huda, membandingkan realisasi APBD tahun 2017  dengan 2016 dari sisi pendapatan. Dari sisi pendapatan, sesuai  perhitungan APBD Tahun 2017 dari sisi pendapatan, target yang ditetapkan sebesar 3 trilyun 190 milyar rupiah lebih, dapat direalisasikan sebesar 3 trilyun 24 milyar rupiah lebih atau mencapai 94,78 %.

Sementara pada perhitungan APBD Tahun 2016, target pendapatan ditetapkan sebesar 3 trilyun 349 milyar rupiah lebih dengan realisasi sebesar 3 trilyun 4 milyar rupiah lebih.

"Dari perbandingan tersebut, kami sampaikan jika pendapatan pada APBD Tahun 2017 justru mengalami penurunan sebesar 159 milyar dibanding APBD Tahun 2016," kata Ali Huda saat membacakan Pemandangan Umum terhadap Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2017 yang dibacakan Senin (9/7/2018) kemarin.

Menurutnya, Pemkab kurang tepat dalam penetapan target pendapatan. Mengingat pada tahun 2017 produksi minyak Blok Cepu relatif meningkat, juga harga minyak dunia yang cenderung stabil sehingga proyeksi pendapatan dari Dana Bagi Hasil Migas pastinya juga akan meningkat. 

"Akan tetapi target pendapatan pada APBD Tahun 2017 hanya ditetapkan sebesar 3 trilyun 190 milyar rupiah lebih," imbuhnya. 

Sekalipun dari sisi realisasinya mengalami peningkatan sebesar 20 Milyar rupiah lebih atau sebesar 0,67 % dari pendapatan Tahun 2016. 

"Kami minta, ekeskutif menjelaskan terkait hal ini," tegasnya. 

Sementara itu, dari perhitungan yang ada terdapat Rp166 milyar target pendapatan yang tidak terpenuhi.

"Ini juga harus dijelaskaan eksekutif, ada di pos mana saja target pendapatan tersebut tidak tercapai berikut kendala ataupun permasalahan yang dihadapi," tegasnya.

Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi Pendapatan Asli Daerah Tahun 2017 yang terealisasi sebesar 102,40 % dari target sebesar Rp437 miliar lebih, terealisasi sebesar Rl448 miliar lebih atau mengalami peningkatan sebesar 31,66 % dibanding PAD Tahun 2016. 

"Akan tetapi pada pos retribusi daerah, target pendapatan tidak tercapai yaitu dari target sebesar Rp57 milyar lebih terealisasi sebesar 54 milyar lebih atau 94,80 %," bebernya.

Kondisi demikian berbeda dengan tahun 2016 yang mampu merealisasikan target PAD sebesar 102,21 % yang bersumber dari retribusi daerah. Keadaan yang membedakan antara tahun 2016 dan tahun 2017 kaitannya dengan realisasi retribusi daerah.

"Kami minta semua pertanyaan ini dijelaskan saat rapat paripurna jawaban terhadap PU Fraksi minggu depan," tegasnya. 

Pada pos pendapatan transfer, sambung Ali Huda, pihaknya meminta penjelasan terkait dengan tidak tercapainya target pendapatan dari Dana Alokasi Khusus, yaitu dari target sebesar Rp192 miliar lebih terealisasi sebesar Rp178 milyar lebih atau sebesar 93,15%.(rien)

Dibaca : 334x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan