Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

BMKG: Gempa di Tuban Seperti Truk Besar Lewat

Editor: samian
Kamis, 11 Oktober 2018
Ali Imron
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Tuban, Desindra Deddy Kurniawan.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo M6,3 mengguncang 23 Kabupaten/Kota di Jawa Timur pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB ternyata juga terasa di Kabupaten Tuban atau bakal lokasi Kilang Minyak NGRR Tuban. Kekuatan getarannya 2-3 Modified Mercalli Intensity (MMI), atau setara dengan guncangan truk besar lewat.

"Gempa terasa di Tuban getarannya 2-3 MMI," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Tuban, Desindra Deddy Kurniawan, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan WhatsApp.

Indra menjelaskan, informasi dari Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyebut, hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=6,3.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Propinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Laut Bali ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik.

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Denpasar dalam skala intensitas III-IV MMI, Karangkates, Gianyar, Lombok Barat, Mataram, Pandaan III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 02.30 WIB, Hasil monitoring BMKG sudah terjadi satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M=3,4. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Adapun berapa lama gempa di Bumi Wali masih dalam penghitungan," terangnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban, Joko Ludiono, menambahkan, informasi dari Kelala Stamet Tuban ada wilayah Tuban yang merasakan. Kendati demikian, intansinya belum menerima laporan dari kabupaten dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa.

"Nanti akan saya check dilokasi. Datanya masih di kantor BMKG," pungkas mantan Camat Widang.(Aim)

 

Dibaca : 5193x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>