Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

BMKG: Tuban Aman Pasca Gempa Palu

Editor: samian
Rabu, 03 Oktober 2018
Ali Imron
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Tuban, Desindra Deddy Kurniawan minta masyarakat tak panik adanya isu gempa di Tuban.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, diminta tak panik dengan beredarnya berita hoaks yang menyebut akan terjadi gempa di Bumi Wali setelah gempa dan tsunami Palu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Pengamatan Stasiun Metorologi Kelas III BMKG Tuban, Tuban masih aman.

"Tuban masih aman selepas gempa Palu," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III BMKG Tuban, Desindra Deddy Kurniawan, kepada suarabanyuurip.com, di ruang kerjanya di Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Rabu (3/10/2018).

Indra sapaan akrabnya menjelaskan, masyarakat harus paham dan tahu jika di Tuban dan Jatim ini berada di zona cukup aktif gempa dengan dilintasi Sesar Rembang. Dimana sesar ini memanjang dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah sampai Madura.

Di kabupaten dengan jumlah penduduk 1,3 jiwa ada satu sensor gempa bumi yang dipasang di bawah tanah. Terpasangnya sensor ini bukan berarti Tuban berpotensi gempa, melainkan sebagai upaya mempererat jaringan antisipasi gempa.

"Sesar Rembang bentuknya tidak panjang, tapi terputus-putus. Kalau musim gempa getarannya tidak besar, karena bentuknya segmen," terang pria ramah ini.

Lebih dari itu, BMKG meminta masyarakat untuk waspada. Di Indonesia sendiri merupakan kawasan ring of fire dan dilewati tiga lempeng. Intinya harus memahami karakter gempa itu, sekaligus pandai memilah informasi.

Adanya isu gempa di Tuban yang beredar belakangan ini, masyarakat dihimbau jangan panik. Selalu mengikuti informasi dari BMKG, karena gempa di seluruh Indonesia akan terupdate dan keluar sebagai antisipatif.

"Kalau ingin dapat informasi akurat, silahkan hubungi BMKG baik di Medsos maupun telepon kantor 24 jam aktif," tambahnya.

Pada bulan April 2018 lalu, Stasiun Meteorologi Kelas III Tuban mencatat getaran Gempa Bumi berkekuatan 3,3 SR yang berpusat di 42 Km Timur Laut Tuban, Jawa Timur atau sekitar Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang tidak terasa di darat. Gempa kesekian kalinya di Utara Laut Jatim ini, terjadi akibat gesekan sesar lokal.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 08:25 WIB dengan lama 9 menit 26 detik ini, berada di kedalaman sembilan Kilometer (Km). Lokasinya 6.71 Lintang Selatan (LS), 112.37 Bujur Timur (BT). Informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Tretes Pasuruan, belum ada tanda gempa susulan.

Selain kerap dilanda bencana Hidrometeorologi, daerah yang bakal menjadi lokasi Kilang NGRR patungan Pertamina-Rosneft Rusia juga memiliki potensi Gempa Bumi maksimal 4,2 Skala Richter (SR). Analisa ahli gempa dari ITS, gempa yang timbul dari gesekan lempengan bumi dipicu Sesar Kendeng dan Sesar Rembang.

Sebelumnya gempa bumi juga terjadi pada hari Kamis (21/9/2017). Itu pun dampak dari gempa berkekuatan 5,2 SR yang mengguncang utara Pulau Madura.

Sekalipun ada catatan getaran magnitudo sampai di Tuban, tapi tidak ada masyarakat yang merasakannya. Diharapkan masyarakat tetap tenang, dan tidak terprovokasi dengan berita yang membuat panik.

Sebagai wilayah penting dalam bisnis hulu dan hilir Migas, pada tanggal 23 Juli 2017 lalu Tuban juga diguncang gempa tektonik dua kali. Fenomena ini dampak dari Lindu bermagnitudo 4,2 disusul bermagnitudo 3,2 selang 15 menit kemudian, yang mengguncang daerah Paciran, Kabupaten Lamongan.(Aim)

Dibaca : 5211x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>