Minggu, 26 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Bojonegoro dapat Jargas 4.000 Sambungan Rumah

Editor: nugroho
Kamis, 14 Maret 2019
ririn wedia
TEKEN : Bupati Anna Muawanah menandatangani nota kesepahaman jargas untuk rumah tangga.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia 

Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipastikan memperoleh program jaringan gas untuk rumah tangga atau jargas dari pemerintah pusat sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR). 

Kepastian itu setelah ditandatanganinya nota kesepahaman Direktorat Jendral Migas Kementerian ESDM dengan 18 kota/kabupaten tentang penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui jargas untuk rumah tangga di Jakarta, Rabu (13/3/2019) kemarin.  

Dari 18 kota/kabupaten itu salah satunya adalah Bojonegoro, Jawa Timur. Bupati Anna Muaawannah hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto mengatakan pentingnya proses pembangunan jargas yang akan berdampak langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu perlu didukung dengan adanya Nota Kesepahaman antara Ditjen Migas dengan Pemerintah Kabupaten/Kota setempat.

“Kami harap Bupati dan Wali Kota membantu mempermudah perizinannya," ujarnya seperti yang dikirimkan melalui pers rilis kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (14/3/2019). 

Jargas juga merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Hal itu tertuang di Perpres No. 3 tahun 2016 jo Perpres No. 56 tahun 2018 serta diterbitkannya Perpres No. 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial menambahkan, dengan adanya jargas dapat mempermudah aktivitas masyarakat. Jargas tersedia setiap saat, dan masyarakat tidak perlu keluar rumah, seperti ketika kehabisan LPG.

"Persyaratan suatu daerah dapat dibangun jargas yaitu memiliki atau dekat dengan sumber gas, tersedia infrastruktur penyaluran gas bumi dan ketersediaan pasar atau pelanggan," lanjutnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Ditjen Migas telah melaksanakan pembangunan jargas sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2018 dengan jumlah sambungan sebesar 352.852 Sambungan Rumah. 

"Untuk tahun ini, Kementerian ESDM akan melaksanakan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 78.216 SR  di 18 lokasi," tegasnya.

Jumlah tersebut antara lain Kabupaten Bojonegoro (4000 SR), Kabupaten Aceh Utara (5.000 SR),  Kota Dumai (4.300 SR), Kota Jambi (2.000), Kota Palembang (6.000 SR), Kota Depok (6.230 SR), Kota Bekasi (6.720 SR), Kabupaten Karawang (2.681 SR), Kabupaten Purwakarta (3.765 SR), Kabupaten Cirebon, (6.520 SR), Kabupaten Lamongan (4.000 SR).

Selain itu, Kota Mojokerto (4.000 SR), Kabupaten Mojokerto (4.000 SR), Kabupaten Pasuruan (4.000 SR), Kabupaten Probolinggo (4.000 SR), Kabupaten Banggai (4.000 SR),  Kabupaten Wajo (2.000 SR) dan Kutai Kartanegara (5.000 SR),  dibantu PT. Pertamina (Persero) melalui anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.(rien)

Dibaca : 386x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan