Minggu, 24 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Bojonegoro Joss Matoh

Editor: samian
Rabu, 24 Januari 2018
Ririn Wedia
Calon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro Periode 2018-2023, Mahfudhoh Suyoto - Kuswiyanto.

SuaraBanyuurip.com

Oleh: Mahfudhoh Suyoto - Kuswiyanto

Kami memahami bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah sarana untuk meneguhkan janji atau kontrak diantara calon pemimpin dengan rakyat yang akan memilihnya. Dengan semangat cinta kepada wong Jonegoro maka inilah janji kami jika dipercaya rakyat Bojonegoro memimpin pada periode 2018-2023. Masalah rakyat itulah urusan utama pemerintahan kami.

Pembangunan hanyalah rangkaian usaha bersama yang terus menerus atau berkelanjutan untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik dengan penggunaan semua potensi untuk menyelesaikan masalah besama.

Pembangunan berkelanjutan menjadi cara agar segenap potensi yang dimiliki bersama tumbuh berkembang. Begitu jugalah membangun Bojonegoro, Jawa Timur.

Seperti diungkapkan Kang Yoto, sapaan akrab Suyoto, Bupati Bojonegoro saat ini, membangun Bojonegoro dimulai dari minus menuju nol dan dari nol menuju plus. 10 tahun yang lalu pembangunan infrastruktur jalan, pertanian, pendidikan dan kesehatan pada posisi minus.

Seluruh rakyat sepakat harus dibangun secara merata. Jika tidak maka rasa keadilan sosial akan terusik. Konflik sosial mudah tersulut, apalagi diperparah oleh persepsi publik bahwa aparatur Pemkab korup dan abai terhadap masalah utama yang dihadapi rakyat.

Lima tahun pertama kepemimpinan Suyoto-Setyo Hartono (2008-2013) fokus pada aspek minus pembangungan Bojonegoro, selanjutnya pada pereode kedua (2013-2018) mulai menyiapkan pondasi bagi pembangunan berkelanjutan Bojonegoro terutama aspek pangan, energi, sektor jasa, industri dan wisata. Hasilnya seperti dapat diketahui kemiskinan turun 50 persen.

Apa tantangan selanjutnya? Isu enam pilar.

Visi: Bojonegoro yang damai, sejahtera berkeadilan dan berkelanjutan.

Misi: Mewujudkan wong jonegoro yang lebih sehat, lebih cerdas, lebih produktif dan lebih bahagia.

Dengan kata lain. Kami bertekad:

MELANJUTKAN DAN MEMPERKOKOH 6 PILAR PEMBANGUNAN EKONOMI MENUJU BOJONEGORO JOSS MATOH (BOJONEGORO ORANGNYA SEHAT, SEJAHTERA DAN LUAR BIASA).

Kebijakan pokok: Pertama, Pilar Ekonomi; Memacu pertumbuhan ekonomi Bojonegoro dengan memantapkan posisi Bojonegoro sebagai lumbung pangan dan energy, memperkuat industri manufaktur terutama yang padat karya dan industri kreatif. Hal ini ditempuh dengan cara, antara lain:

Pembangunan sektor pertanian dalam arti luas (termasuk peternakan, perikanan, perkebunan dan sekitar kawasan hutan) dengan mengutamakan insentifikasi pertanian dan perbaikan kelembagaan pertanian sesuai prinsip gotong-royong.

Mendorong investasi pedesaan khususnya bidang Agro Industri utamanya yang berbahan baku local dan menggunakan tenaga kerja local.

Mendorong tumbuhnya industry kreatif dan UMKM yaiutu Revitalisasi Koperasi, Mendorong tumbuhnya industry pariwisata, Melanjutkan program infrastruktur mantab antar kecamatan dan antar desa strategis, Memasukkan aspek seni dalam pembangunan infrastruktur Bojonegoro.

Kedua, Pilar Pembangunan Lingkungan Hidup: membangun daya tahan lingkungan hidup Bojonegoro agar menjadi tempat hidup yang aman, nyaman, produktif dan membahagiakan.

Penguatan pengelolaan manajemen dan mitigasi bencana, yaitu Pelestarian lingkungan hidup dan hidup harmoni dengan alam, Penguatan pendidikan lifing harmony with dissarter.

Ketiga, Pilar Pembangunan Sosial dan SUMBER DAYA MANUSIA:

Pertama, Memperkuat Modal sosial rakyat Bojonegoro (toleran, gotong royong, ulet dan saling percaya). Kedua, Memperkuat dan mempercepat terwujudnya sumberdaya manusia Bojonegoro yang terampil, berdaya saing dan berkaraktet luhur. Untuk ini akan dilakukan, yaitu perluasan akses dan kualitas pendidikan usia dini yang memadai, Meningkatnya kuantitas dan kualitas pelatihan vokasional, Meningkatnya kualitas kesehatan rakyat, Menyempurnakan kebijakan yang telah berjalan.

Melanjutkan program Beasiswa untuk anak SLTA dan mahasiswa Bojonegoro berbakat dari keluarga kurang mampu, dan beasiswa pendidikan vocasional. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan dunia usaha.

Mendorong anak anak muda Bojonegoro berjiwa entepreneur dan meningkatkan kapasitasnya.

Keempat, Pilar Kebijakan Fiskal. Untuk memastikan bahwa Pemkab akan menjadi solusi atas masalah rakyat maka kebijakan anggaran akan dilakukan dengan memantabkan implementasi kebijakan fiskal money follow problem, money for solution dan solusi untuk membangunan berkelanjutan yang transparan, akuntabel dan patnership. 

Menguatkan dan memastikan efektifitas pembentukan dan penggunaan dana publik: modal pada perbangkan dan dana abadi untuk pengembangan SDM.

Kelima, Pilar Pemerintahan dan Kepemimpinan: Peran Pemerintah masih sangat kuat, point satu hingga empat tidak dapat terwujud tanpa adanya Pembangunan REFORMASI BIROKRASI DAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF. Untuk inilah maka akan dilakukan peningkatkan birokrasi Pemkab Bojonegoro yang melayani dengan cepat, tepat dan bermanfaat dengan menerapkan semangat keterbukaan, partnership dan partisipasi atau pelibatan aktif warga dalam proses pembangunan baik secara langsung maupun pemanfaatan teknologi informasi.

Dalam hal ini maka akan ditempuh dengan penguatan lima program aksi Open Goverment Partnership (revolusi data untuk memastikan seluruh masalah rakyat dapat diketahui, GDSC dan OGP di tingkat desa, transparansi dan efektifitas pengelolaan keuangan, open data contract standart dan peningkatan layanan kesehatan, pendidikan dan perizinan).

Bahwa dalam rangka mendukung kebijakan ini maka akan penguatan sistem seleksi dan promosi akan dilakukan dengan cara yang transparan dan melanjutkan kebijakan perbaikan pendapatan yang dikaitkan dengan tingkat kepuasan publik.

Penulis adalah calon Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, Mahfudhoh Suyoto - Kuswiyanto.

Dibaca : 1219x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan