Kamis, 21 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

BOK Kesehatan di Blora Capai Rp2,4 M

Editor: nugroho
Rabu, 28 Mei 2014
ali musthofa
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Henny Indriyanti.

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora - Tahun 2014 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora mendapatkan Anggaran Bantuan Operasional (BOK) dari Kementerian Kesehatan. Jumlahnya meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Henny Indriyanti,  BOK merupakan salah satu program unggulan Kementerian Kesehatan untuk membantu daerah dalam mencapai target nasional bidang kesehatan yang menjadi kewenangan wajib daerah.

Menurut Henny, hal mendasar BOK karena tidak semua kabupaten/kota mempunyai kecukupan anggaran atau kepedulian untuk membiayai pembangunan kesehatan, khususnya di Puskesmas. “Padahal peran Puskesmas sangat penting, karena menjadi ujung tombak dalam pelayanan kesehatan di masyarakat, terutama upaya promotif dan preventif,” katanya.

Henny mengaku, telah mensosialisasikan Perencanaan Program Bantuan Operasional Kesehatan tersebut kepada seluruh kepala puskesmas yang ada di Kabupaten Blora beberapa waktu yang lalu.

Dia sebutkan, pada tahun 2010 dana BOK dialokasikan sejumlah Rp 8 juta per puskesmas atau jumlah total senilai Rp 208 juta. Tahun 2011 ditingkatkan, masing-masing puskesmas tidak sama berkisar antara Rp 57 juta sampai dengan Rp 83 juta, dengan jumlah total Rp 1,95 miliar . Pada tahun 2012 menjadi sejumlah Rp 2,277 miliar dengan rincian masing-masing puskesmas tidak sama, yaitu berkisar antara Rp 62 juta sampai dengan Rp 90 juta.

Sedangkan pada tahun 2013, BOK yang diterima Blora sejumlah Rp 2,253 miliar dengan rincian masing-masing puskesmas berkisar antara Rp 61,5 juta sampai Rp 91 juta. "Untuk BOK tahun kelima ini tahun 2014 jumlahnya meningkat lagi menjadi sebesar Rp 2,401 miliar, dimana ada peningkatan masing-masing puskesmas sekitar Rp 6 juta dari tahin 2013," sebut Henny.

Dengan demikian, lanjut Henny Alokasi per puskesmas menjadi sekitar Rp 66,5 juta sampai Rp 100 juta. Namun, dia katakan bahwa  BOK tetap bersifat suplemen, sehingga komitmen pemerintah daerah sangat diharapkan untuk mengalokasikan anggaran kesehatan secara memadai, terutama untuk upaya promotif dan preventif.

“Kami mengharapkan pengelolaan dana BOK tahun 2014 atau tahun kelima ini dapat semakin sempurna,” tuturnya.(ali)

Dibaca : 643x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan