Minggu, 18 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Bonggol Pisang SMPN 1 Purwosari Sabet Juara I PJBL

Editor: samian
Rabu, 31 Oktober 2018
Ist
MEMBANGGAKAN : Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Hanafi menyerahkan hadiah kepada SMPN 1 Purwosari.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - SMPN 1 Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil menjadi juara pertama lomba model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PJBL) tahun 2018. Kompetisi ini merupakan bagian dari program pengembangan sekolah (School Development Program/SDP) yang pendanaannya  didukung sepenuhnya oleh ExxonMobil.
Dalam lomba ini, pelajar SMPN 1 Purwosari mampu mengolah bonggol pisang dan biji turi menjadi camilan yang menyehatkan dan memiliki peluang bisnis untuk dikembangkan. 

Camilan itu diberi nama badeco (banana de coco), kue kering yang dibuat dengan bahan utama tepung dari bonggol pisang dan tepung kelapa. Bahan baku tersebut mudah didapat di wilayah Bojonegoro, termasuk di wilayah Purwosari. 

Produk ini sebelumnya telah melalui penelitian panjang dan matang yang dilakukan enam siswa SMPN 1 Purwosari. Mereka adalah Ferdy Dwi Pambudi, Risky Kurniawan, Fitriana Altha Funisha, Mutiara Dwi Mulya, Bintang Aurellion Diani, Rikhma Tantrianita.

"Semoga prestasi ini dapat menjadi semangat bagi pelajar dan guru-guru utamanya SMPN 1 Purwosari terus berkarya dan meningkatkan kreatifitasnya," ujar Guru Pembina SMPN 1 Purwosari, Dwi Lestari usai pengumuman lomba di Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro, Rabu (31/10/2018). 

Untuk juara II Tingkat SMP disabet SMPN 1 Kalitidu dengan karya pupuk cair, dan juara III adalah SMPN 1 Gayam dengan karya Kerajinan. 

Sementara untuk tingkat SMA/SMK juara pertama diraih SMKN Purwosari dengan karya BokasiI, juara II SMAN 1 Kalitidu dengan karya Sairnyata, dan karya Kecintaan Membatik  SMA Islam NU Gayam meraih juara III.

Masing-masing juara mendapat trophy dan uang pembinaan untuk Juara I Rp 3 juta, juara II Rp1,5 juta, dan juara III Rp750.000. Penyerahan hadiah dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Hanafi, dan Kepala (PBG), Pamudji, serta perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Dave A Setta.

 “Diharpakan dengan lomba pembelajaran berbasis proyek diharapkan bisa membantu meningkatkan mutu pendidikan dengan model model pembelajaran yang berkualitas," tegas Hanafi.

Lomba yang dilaksanakan ini sebagai upaya meninkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Salah satunya dengan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. Termasuk pembuatan model-model pembalajaran yang mampu diserap dengan baik oleh siswa-siswi.

Sebanyak 253 guru dari 12 sekolah di Bojonegoro dan Tuban telah mengikuti serangkaian pelatihan dalam kurun waktu tiga tahun. Program tersebut diinisiasi oleh EMCL dan difasilitasi PBG Bojonegoro dan Tuban - bekerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF). Para peserta sangat antusias mengikuti program pengembangan pembelajaran. 

Perwakilan EMCL, Dave A Setta, menyampaikan bidang pendidikan merupakan salah satu fokus program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan EMCL di wilayah operasinya, selain bidang kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.

"Pendidikan ini merupakan investasi jangka panjang. Kami yakin dengan meningkatnya kualitas pendidikan akan mampu mendorong kemajuan suatu daerah," tandas Dave, sapaan akrabnya. (suko)
 

Dibaca : 1663x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan