BPKAD Tergetkan Pendapatan Idle Cash Rp72 Miliar

Selasa, 10 September 2019, Dibaca : 152 x Editor : samian

dok SBU
Kepala BPKAD Bojonegoro, Ibnoe Soeyeti.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, sesuai dengan PP No 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang Negara atau Daerah, ada kas menganggur (idle cash) yang selama ini disimpan di Bank Konvensional.

"Bahkan, target pendapatan dari BPKAD berasal dari bunga yang didapat melalui penyimpanan idle cash di bank baik giro maupun deposito sudah mencapai 200 persen," kata Kepala BPKAD, Ibnoe Soeyeti, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (9/10/2019).

Baca Lainnya :

    Tahun ini, target pendapatan idle cash di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 adalah sebesar Rp36 miliar. Sejak bulan Maret sampai September 2019 sekarang ini bahkan melampaui target 200 persen lebih.

    "Target tahun ini, pendapatan dari idle cash sudah capai 200 persen atau Rp72 miliar lebih," tandasnya.

    Baca Lainnya :

      Menurutnya, idle cash berasal dari semua pendapatan termasuk Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (migas). Disinggung berapa besaran dana yang menjadi idle cash ini, Ibnoe enggan menjawab.

      "Kalau besaran dana yang disimpan itu rahasia nasabah," tukasnya.

      Saat ini, semua Bank berpotensi menerima idle cash dari Pemkab Bojonegoro asalkan bunga bank tidak boleh dibawah 7 persen. Hal itulah yang membuat Pemkab Bojonegoro menunjuk Bank Jatim, sebagai salah satu lembaga keuangan yang dipercaya menyimpan idle cash tiap tahun.

      "Sebenarnya tidak hanya Bank Jatim, Bank yang lainnya juga ada asalkan bukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)," pungkasnya.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more