Kamis, 21 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Buang Image Negatif Masa Lalu

Editor: samian
Kamis, 13 Agustus 2015
SuaraBanyuurip.com/Atok
Pujiono

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro - Ketua terpilih Forum Komunikasi Kontraktor Lokal Bersatu (FKKL - B), Pudjiono meminta kepada semua anggota maupun masyarakat luas untuk membuang jauh kesan negatif terhadap kontraktor lokal yang tergabung dalam wadah Forum Komunikasi Kontraktor Lokal (FKKL) pada beberapa tahun lalu.

Pudjiono, mengungkapkan, semangat membangkitkan FKKL yang saat ini menjadi FKKL - B bertujuan untuk kebaikan bersama. Khususnya bagi kontraktor lokal dan warga sekitar proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

"Sekarang kan FKKL - B. Jadi, hilangkan image negatif FKKL massa lalu. Tujuannya kami semua kedepan lebih baik," kata Pujiono ditemui suarabanyuurip.com di rumahnya, Kamis (13/8/2015).

Di bawah kepimpinannya, ingin kontraktor lokal dari sekitar proyek Banyuurip untuk kedepannya mampu berkiprah di dunia proyek lingkup nasional. Menurut dia, keberadaan proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) Banyuurip yang telah berjalan sejauh ini dapat dijadikan pelajaran. Sebab, hampir sebagian besar kontraktor lokal sebelumnya belum memiliki pengalaman sebagai kontraktor.

"Diakui atau tidak, baru sejak adanya proyek di sini rekan - rekan mulai mengenal dunia proyek," unjarnya.

Pudjiono menegaskan, pihaknya akan melakukan terobosan agar kontraktor lokal tetap diberdayakan. Karena keterlibatan kontraktor lokal secara maksimal juga sudah teramanatkan dalam Perda No.23 Tahun 2011 tentang Konten Lokal.

"Tentu langkahnya nanti tetap akan berkoordinasi kepada anggota FKKL - B agar untuk mengikuti prosedur yang ditetapkan. Misalnya, mentaati aturan main dan mekanisme ketika mengikuti sebuah tender. Intinya harus lebih profesional," imbuhnya.

Ditambahkan, keberadaan FKKL - B tak ubahnya sebuah mata rantai yang saling berhubungan dengan keberlangsungan proyek di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Keberadaan ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), pemerintah, dan SKK Migas saling bersinergi serta memberikan simbiosis mutualis.

"Karena bagaimanapun ini proyek milik negara," pungkas pria yang juga mantan Kepala Desa Gayam ini. (Roz)

Dibaca : 786x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan