Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Bukan Tuntut Kompensasi, Tapi Denda

Editor: nugroho
Selasa, 18 September 2012

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro - Warga Dusun Sukorejo (puduk) Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro menolak jika tuntutan berupa uang tunai disebut kompensasi. Melainkan denda atas penggunaan lahan yang dinilai masih berstatus milik warga.

Kepada suarabanyuurip.com salah satu perwakilan warga Sutrisno mengatakan, jika lahan akses road tersebut merupakan Tanah Kas Desa (TKD) Bonorejo dengan luas sekitar 8 meter persegi. Penggunakan TKD tersebut belum ada kesepakatan antara pemerintah desa (Pemdes) Bonorejo dengan Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu karena kepala desa belum menandatangi.

 "Buktinya pemdes belum menandatangani,"ungkapnya.
Karenanya pemblokiran acces road milik PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, terpaksa dilakukan. Tidak hanya itu saja, kondisi itu diperparah atas adanya polusi debu akibat proyek pengurukan lahan.

"Kalau dibilang kompensasi tidak juga. Mungkin lebih tepatnya masyarakat meminta denda. Apalagi kesehatan kami terancam dengan debu dari sini (proyek EPC -1 Banyuurip)," kata Trisno.

Atas dasar tersebut, lanjut dia, kemudian muncul enam tuntutan sebagaimana yang saat ini sedang mulai menemukan titik temu.

"Kami tahu ini proyek negara. Tapi kami juga warga negara yang juga punya hak,"tukasnya.

Sementara itu, kabar terakhir yang diterima suarabanyuurip.com terkait enam tuntutan tersebut sudah mulai diakomodir setelah termediasi dan ada perundingan bersama pihak terkait. Sehingga jalan sudah mulai terkondisikan kembali. Hanya saja,khusus mengenai kompensasi dinyatakan tidak bisa dilakukan lantaran sudah menjadi aturan dari pihak operator.

Sekadar diketahui, hari  ini pengiriman pedel mulai berjalan meski belum maksimal. Pengiriman tanah urug dilakukan dilokasi well pad A dan B Desa Mojodelik. Sedangkan di Well Pad C Desa Gayam belum dilakukan karena ditengah akses road masih terdapat rangka tenda bekas perundingan dan pemblokiran warga Temlokorejo. (Roz/suko).

Dibaca : 931x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan