Jum'at, 22 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

BUMDes Bersama Berharap Bisa Kelola Wisata Migas Kedungpupur

Editor: nugroho
Kamis, 07 Juni 2018
ahmad sampurno
AKAN DILAUNCHING : Kolam renang Wana wisata Migas Kedudungpupur usai diperbaiki.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) berharap memperoleh izin pengelolaan Wana Wisata Migas Kedungpupur di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. BUMDesama ini merupakan gabungan empat BUMDes di Kecamatan Sambong, yakni BUMDes Ledok, Sambong, Giyanti, dan Biting, 

Hingga saat ini pengelolaan wana wisata migas tersebut  belum jelas. Sesuai rencana lokasi wisata itu bakal di launching setelah lebaran tahun ini. 

Ketua Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDes Bersama), Tarmadi menyatakan, saat launching Kedungpupur nanti, surat ijin pengelolaannya sudah harus jadi.

"Kalau launching belum ada ijin pengelolaan itu sama juga ilegal dan dagelan," ujar Tarmadi kepada suarabanyuurip.com, Kamis (7/6/2018)

Oleh karena itu, Tarmadi meminta agar pengelolaan Kedungpupur diserahkan ke BUMDes Bersama selaku penanggungjawab anggaran baik dari Kementerian Desa (Kemendes), corporate social responsibility (CSR) Pertamina, maupun penyertaan modal dari 4 desa.

"Jadi seyogyanya BUMDes Bersama yang memegang ijin. Karena wilayah kerjanya terdapat BUMDes Mandiri, ya kita ajak dan ayo mergawe bareng. BUMDes Bersama tidak akan monopoli, namun ijin dipegang BUMDes Bersama," jelasnya.

Jika pengelolaan wisata migas Kedudungpupur dipercayakan BUMDes Bersama, pihaknya akan menggandeng semua elemen.  Baik lembaga masyarakat desa hutan (LMDH), KarangTaruna maupun Badan Kerjasama antar Desa (BKAD).

Sementara untuk transparansi keuangan, akan dibuat sebuah aplikasi pengelolaan keuangan dari hasil wana wisata Kedungpupur.

"Mulai dari camat, karyawan, dinas dan 4 kepala desa bisa melihat pendapatannya berapa, gaji karyawan berapa, restribusinya berapa, dan pajaknya berapa? Semua akan transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi," imbuhnya.

Sementara itu Camat Sambong, Retno mendukung launching wana wisata migas Kedungpupur yang rencananya dilaksanakan setelah Lebaran.

"Launching oke oke saja, tapi pengelolaannya juga harus segera dibahas bersama. Pihak-pihak terkait harus membuka "kitab" (buku aturan-red) nya masing-masing dan dibedah bersama," sambungnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Blora, Kunto Aji menyatakan, untuk pengeloaan wisata tersebut dilakukan oleh pihak desa, karena  desa sebagai kepanjangantanganan dari pemerintah kabupaten dengan pembinaan Dinporabudpar sebagai dinas teknis.

"Silakan nanti dengan bendara apapun dengan nama apapun. Tentunya dengan adanya sinergi antara stakeholder tekait serta pembagian yang jelas,” ujarnya dikonfirmasi terpisah.

Dijelaskan, wisata di kedungpupur merupakan pengembangan. Tindak lanjut dari kerja sama antara pemkab Blora dengan Perhutani untuk melakukan pengeloaan wisata pada  2017 lalu. Sehingga tidak perlu izin pengelolaan pada umumnya, karena bukan wisata baru.

“Kedungpupur tinggal melanjutkan,” kata Kunto.

Meskipun penataan pengeloaan dan aturan di bawah belum selesai, namun pihaknya tetap bertekat untuk dilakukannya launching untuk meningkatkaan daya ekonomi masyarakat.

Sementara, pihaknya juga sudah menyiapkan draf kerja sama (PKS) dengan pihak Perhutani yang tidak lama lagi dilakukan penandatanganan. Pembagiannya, 70% untuk pengelola dan 30 % untuk perhutani setelah dikurangi beban.

“Jadi, hasil 70% bersih itu bisa dibagi antara pihak yang terlibat selain Perhutani,” pungkasnya. (ams)

Dibaca : 308x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan