Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Penyelesaian TKD Gayam Lelet

Bupati Ancam Cabut Ijin Proyek Blok Cepu

Editor: nugroho
Sabtu, 11 Mei 2013
12
ririn w
BUKTI SURAT : Inilah surat yang dikirim Bupati Suyoto kepada SKK Migas untuk menyelesaikan Tukar Guling TKD Gayam.
SuaraBanyuurip
isi surat bupati

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro - Terkatung-katungnya  penyelesaian tukar guling tanah kas desa (TKD) Gayam seluas 13,2 hektar oleh Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu, membuat Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, berang. Dia mengancam akan mencabut ijin sementara proyek Blok Cepu.

Ancaman yang disampaikaian Suyoto bukan sekadar gertak sambal. Dia mengaku telah melayangkan surat kepada Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) dan beberapa pihak terkait perihal penyelesaian tukar guling TKD Gayam.

Ada berapa poin yang disampaikan dalam Surat bernomor 542/.../412.15/2013 tertanggal 8 Mei 2013. Yakni meminta kepada operator untuk menunda seluruh kegiatan di Well Pad (tapak sumur) C Banyuurip, Blok Cepu sampai persoalan TKD Gayam diselesiakan.

Dalam surat itu Bupati Suyoto juga menegaskan, bila tidak ada niat baik dari manajemen MCL untuk menindaklanjuti penyelesian TKD Gayam maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan mencabut kembali ijin sementra proyek tersebut.

Di surat yang berlogo Garuda warna tinta emas itu juga disebutkan beberapa alasan penghentian kegiatan di Well Pad C Banyuurip. Diantaranya, tidak adanya langkah riil dari pihak managemen MCL untuk menindaklanjuti butir kesepakatan yang telah tertuang dalam berbagai minute of meeting serta tenggang waktu penyelesaian telah jauh terlampaui tanpa ada perkembangan penanganan berarti.

Padahal komitemen itu ditandatangani sejak 2011 silam dan ditargetkan selesai paling lambat pada Janurai 2013 lalu. Namun progress yang disampaikan MCL hanya sebatas persetujuan harga TKD yang sudah disetujui tanpa ada tindak lanjutnya. Sedangkan disisi lain, sekarang ini, aktifitas proyek Banyuurip kian tinggi.

Didalam surat tersebut juga tertuang permasalahan penyelesaian tukar guling tanah kas desa Gayam untuk kepentingan pengembangan Lapangan Banyuurip serta memperhatikan beberapa surat yang dikirimkan kepada Kemetrian ESDM, General Manager MCL, Wakil Kepala SKK Migas terkait kesepakatan hasil rapat kerja guna membahas penyelesaian TKD Gayam yang masuk dalam 6 item sosio economic, namun hingga kini belum ada jawaban pasti jalan keluarnya.

“Mereka yang berkomitmen, masak mereka juga yang mengingkari,” ujar Kang Yato, sapaan akrab Bupati Suyoto.

Bupati menegaskan, langkah yang diambil ini bukan bentuk pengingkaran terhadap terwujudnya pencapaian target produksi migas nasional. Namun sebuah bentuk peringatan terhadap ketidak seriusan manajamen MCL dalam menyelesaikan kesepakatan enam item sosioekonomi khususnya TKD Gayam yang masih beralarut-larut sampai saat ini.

"Ini bukan sebuah bentuk penghambatan, tapi lebih pada menindak lanjuti ketidakseriusan MCL dalam menyelesiakan masalah TKD Gayam. Karena jika masalah ini dibiarkan akan memunculkan gejolak sosial masyarakat yang justru bisa menghambat proyek itu," papar Kang Yoto. (Rien)

Dibaca : 1413x
FB
Ada 2 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Minggu, 12 Mei 2013 07:34
Ini baru langkah cerdik. Ayo Kang Yoto sikat saja MCL yang berlagak seperti jaman Kompeni Belanda itu. Rakyat Bojonegoro ada dibelakangmu Kang Yoto..!!!
rokib jazuli
Sabtu, 11 Mei 2013 22:19
ini harusnya dari dulu, ternyata orang2 SKK migas tidak becus bekerja dan males mikir, mau enaknya sendiri seolah-olah mereka org paling berjasa pada negara. tapi kenyataan pemalas & bodoh, contohnya: ketua SKK Migas ngomong proyek migas dikecualikan dalam hukum tanah, komentar ini tdk sepatutnya keluar ( stupid statement )
eyang_subur
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan