Sabtu, 18 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Penyelesaian TKD Gayam Lelet

Bupati Beri Waktu Seminggu

Editor: nugroho
Selasa, 14 Mei 2013
suarabanyuurip.com
Suyoto

SuaraBanyuurip.com - Eky Nurhadi

Bojonegoro -  Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, menegaskan, tidak ingin berkonflik dengan siapapun terkait penyelesaian tukar guling tanah kas desa (TKD) Gayam seluas 13,2 hektar. Desakan penyelesaian TKD Gayam melalui surat yang dia dikirimkan kepada Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) beberapa waktu lalu itu merupakan salah satu bentuk komitmen enam item sosioekonomi yang sudah disepakati bersama.

“Kami hanya ingin memfokuskan penyelesaian TKD yang sekarang ini digunakan proyek well Pad C Banyuurip,” kata Suyoto disela-sela membuka Bulan Bakti Pekan Pelayanan Publik di Halaman Pendopo Kecamatan Margomulyo, Selasa (14/5/2013).

Dirinya mengaku, akan salah besar jika tetap membiarkan proyek itu berlangsung diatas TKD yang belum selesai prosesnya. Karena ijin prinsip yang dikeluarkan untuk proyek Well Pad C pada waktu dulu ada komitmen dan kesepakatan bersama untuk menyelesaikan persoalan TKD.

"Tapi pada kenyataannya kesepakatan yang kita buat bersama Menteri, Operator, SKK Migas untuk menyelesaikan tukar guling pada Januari kemarin tidak terealisasi,” tandas  Suyoto.

Dia mengungkapkan, TKD Gayam itu kini statusnya masih sewa dan akan berakhir pada April 2014 mendatang. Namun, demikian ada klausul dalam perjanjian kontrak setelah habis masa sewa, TKD Gayam itu harus kembali normal. Jika itu terjadi justru akan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi negara karena harus menormalisasi kembali lahan TKD yang sudah digunakan untuk proyek.

“Kami ini juga bagian dari negara. Masak negara harus melanggar aturan yang dibuat sendiri,” papar Kang Yoto-sapaan akrab Bupati Suyoto.

Untuk itu, dia menegaskan, akan memberikan waktu seminggu ini untuk mengevaluasi progress tukar guling TKD Gayam yang dilaksanakan operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL). Jika dalam waktu seminggu ini tidak ada kemajuan signifikan dalam penyelesaian TKD maka Pemkab Bojonegoro akan mencabut kembali ijin prinsip proyek Well Pad C Banyuurip.

“Kita tunggu dalam seminggu ini. Jika tidak ada perkembangan berarti kita akan cabut ijin prinsipnya. Karena saya tidak mau ada pelanggaran apapun atas nama negara,” pungkas Ketua DPW PAN Jatim ini.

Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya mengungkapkan proses tukar guling tanah kas desa menjadi prioritas utama untuk segera diselesaikan. Saat ini MCL dibantu BUMD tengah melakukan survei tanah pengganti.

"Kita sudah melakukan survei tanah pengganti itu," sambung Rexy. (had)

 

Dibaca : 1370x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan