Rabu, 20 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Bupati Bojonegoro Ajak Warganya Tolak Bantuan Kemensos

Editor: samian
Selasa, 15 Agustus 2017
d suko nugroho
Bupati Bojonegoro, Suyoto.

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, mengajak warganya untuk menolak bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan beras sejahtera (Rastra) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Ajakan tersebut disampaikan bupati dua periode itu dihadapan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), A.A Gede Ngurah Puspayoga, bersama rombongan dan sejumlah anggota Komisi XI DPRI saat peluncuran program Kredit Ultra Mikro di Desa Growok, Kecamatan Dander, Senin (14/8/2017) kemarin.

Suyoto mengungkapkan, pada hari Minggu (13/8/2017) kemarin dirinya pergi ke Desa Selorejo, Kecamatan Baurno. Di tempat tersebut terdapat industri kasur, dan bank sampah yang dikelola warga.

"Mereka pamer kepada saya kalau pada Oktober nanti akan deklarasi menolak PKH, raskin dan bantuan lainnya karena memang tidak memerlukan lagi," kata bupati yang akrab disapa Kang Yoto ini.

Dirinya berharap kedepan ekonomi masyarakat Bojonegoro semakin baik. Sehingga langkah yang dilakukan masyarakat Selorejo menolak bantuan Kemensos dapat ditiru desa-desa lainnya di Bojonegoro.

"Saya nggak tahu Growok berani nggak, menolak PKH, menolak raskin. Berani nggak warga Growok menolak itu semua ?" tantang Kang Yoto dihadapan warga anggota Koperasi Mitra Duafa (Komida).

Hadirnya Komida di Bojonegoro ini, menurut Suyoto, jangan sekadar menggambarkan duafanya. Tapi bagaimana mengeluarkan mereka agar keluar dari status tersebut.

"Kalau terus menerus berarti nggak lulus-lulus. Lulusnya kalau berani menolak PKH, raskin dan bantuan lain-lain," ujar Suyoto.

Padahal program PKH maupun Rastra yang digulirkan Kemensos hingga saat ini masih sangat diharapkan warga Bojonegoro. Mereka menilai program tersebut membantu masyarakat miskin.

"Kalau ditolak jangan lah. Eman dikasih bantuan kok ditolak," ucap seorang warga Growok menanggapi ajakan Kang Yoto ditemui usia acara tersebut.

Bukan hanya warga, PKH dan rastra ini merupakan salah satu andalan program Kemensos. Pada video conference Sinergi Kementerian dalam Mengangkat Rakyat Miskin melalui Inklusi Keuangan, Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indarparawansa yang saat itu berada di Aceh menyampaikan sejumlah keunggulan dan manfaat program bantuan non tunai PKH dan rastra bagi warga miskin.

Bahkan wanita yang menjabat Pimpinan Pusat Muslimat yang dikabarkan akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim pada Februari 2018 mendatang itu telah beberapa kali datang ke Bojonegoro menyaksikan penyaluran bantuan non tunai PKH untuk 47.153 keluarga penerima manfaat (KPM).(suko)

Dibaca : 615x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan