Rabu, 13 Desember 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Bupati Tuban Akan 'Binasakan' Kades yang Korupsi Dana Desa

Editor: nugroho
Senin, 04 Desember 2017
ali imron
Bupati Tuban, Fathul Huda tidak akan mentolerir Kades yang korupsi DD.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda, memberi peringatan keras kepada kepala desa (Kades) di wilayahnya agar tidak melakukan korupsi dana desa (DD). Politisi Partai Persatuan Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyatakan tak segan 'membinasakan' kepala desa yang terbukti melakukan korupsi DD.

Warning tersebut disampaikan Fathul Huda dalam dialog kepala daerah dengan tokoh masyarakat, pimpinan organisasi sosial dan masyarakat, sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama antara Bupati, dan Kapolres Tuban tentang pencegahan, pengawasan, dan penanganan permasalahan DD.

“Dibinasakan jika tidak ada solusi lain,” tegas Bupati Fathul Huda, kepada suarabanyuurip.com, saat dikonfirmasi di Pendapa Krida Manunggal Tuban, Senin (4/12/2017).

Bersama kepolisian, Bupati asal Kecamatan Montong itu mengingatkan para Kades untuk jeli dan teliti dalam menggunakan DD. 

"Lengkapi adminitrasi perencanaan, dan laporkan sesuai kenyataan di lapangan," pesan Fathul Huda.

Di era milienal dan digital seperti sekarang ini, lanjut bupati, kepala desa jangan berani mengada-adakan laporan. 

"Apabila sudah tidak bisa diingatkan, jangan risau jika tidur di balik jeruji besi," tandasnya. 

Menurut bupati, Upaya yang dilakukan ini untuk mewujudkan Bumi Wali (sebutan lain Tuban) lebih demokrasi, dan taat hukum. Karena DD merupakan anggaran dari APBN yang diantara targetnya untuk mengentaskan kemiskinan, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan mewujudkan kemandirian desa.

Data yang diperoleh suarabanyuurip.com, pada tahun 2015, anggaran DD Tuban mencapai Rp27 miliar lebih. Setiap desa rata-rata menerima Rp280 juta. Jumlah terseburt meningkat di tahun 2016 menjadi Rp60 miliar lebih, dan realisasinya Rp800 juta/desa. 

Sementara untuk tahun 2017, Tuban menerima DD Rp252 miliar lebih, dan pada tahun 2018, jumlah DD akan menurun 11%. Dari Rp252, 388 miliar turun menjadi Rp225, 648 miliar di tahun depan.

Di tempat yang sama, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tuban, AKBP Sutrisno, berharap pengelolaan DD harus lebih cerdas, dan mentaati aturan yang sudah ditentukan sehingga aman dalam pelaporannya.

“Kalau program positif mengapa harus takut,” sergahnya.

Data dari Pengadilan Negeri (PN) Tuban, sejak 2016 sampai Agustus 2017 sudah ada empat kades yang dijebloskan ke sel tahanan karena terbukti melakukan korupsi. Dari jumlah itu tiga Kades telah divonis dengan hukuman berbeda oleh Hakim Majelis. Sedangkan satu Kades masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.

Keempat Kades tersebut adalah Rujito (33), Kades Talun, Kecamatan Motong, yang terlibat kasus korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sekitar Rp110 juta.

Kemudian Tahun 2017 ada Ramujo, Kades Sidomulyo, Kecamatan Bancar, juga telah ditahanan di Lapas Tuban karena terlibat kasus korupsi DD dan ADD pada tahun anggaran 2015 silam.

Akibat perbuatannya negara mengalami kerugian sekitar Rp127 juta. Sekarang kasus Ramujo masih ditangani Kejaksaan Negeri Tuban dan dalam proses persidangan di Tipikor Surabaya.

Kades Plumpang, Kecamatan Plumpang, Tumito yang ditahan setelah korupsi dana renovasi Pasar Plumpang Rp 900 juta. Dana tersebut berasal dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia pada tahun 2013 -2014 silam. Dia divonis hukuman pidana oleh Hakim satu tahun penjara. Vonis yang dijatuhakan kepada Tumito lebih ringan dari tuntutan Jaksa. Hal ini karena jaksa menuntut dengan hukuman pidana selama 4 tahun penjara.

Tak berhenti disitu, Kades Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Nur Indayani, telah divonis oleh ketua hakim pengadilan Tipikor Surabaya dengan hukuman pidana 6 tahun pidana. Dia terbukti terlibat korupsi kas desa  sebesar Rp1,3 Milyar dari uang kompensasi PT Holcim atas pemakaian jalan desa. (aim)

Dibaca : 335x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan