Kamis, 18 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Sukseskan Gernas Baku 2018

Bupati Tuban Dongengi Anak Paud di Alun-alun

Editor: samian
Rabu, 10 Oktober 2018
Ali Imron
ANTUSIAS : Dengan luwes Bupati Tuban mendongeng anak-anak Paud dalam rangka Gernas Baku 2018.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) 2018, Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda mendongengi ribuan anak Paud di Alun-alun Tuban. Kegiatan literasi pertama kali ini, sontak mengundang gelak tawa para pendidik dan orang tua yang hadir.

"Saya baru pertama ini belajar mendongeng," ujar Bupati Tuban, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (10/10/2018).

Bupati dua periode di Bumi Wali ini, menjelaskan dongeng yang diceritakan berjudul alat musik ajaib. Dengan piawai dan luwes, ceritapun dimulai santai sambil diiringi tepuk tangan.

Alam berdakwah Raden Makdum Ibrahim dari Tuban, sering menggunakan seperangkat gamelan yang disebut Bonang. Bonang adalah sejenis alat musik dari kuningan yang menonjol bagian tengahnya. Karena berdakwah seperti itu, ia pun dipanggil Sunan Bonang.

Dikisahkan beliau pernah menaklukkan Kebondanu, seorang pemimpin perampok dengan hanya menggunakan seutas tambang dan benang. Begitu bonangnya ditabuh, Kebondanu dan anak buahnya langsung diam tak mampu bergerak sehingga gagallah mereka melakukan perampokan.

"Sejak saat itu, Kebondanu dan anak buahnya menjadi murid Sunan Bonang yang setia," terang Bupati asal Kecamatan Montong.

Dilain waktu ada seorang mahaguru dari India yang berlayar ke Tuban, untuk mengadu kesaktian dengan Sunan Bonang. Namun, di tengah laut perahunya terbaik dihantam badai, sehingga semua kitabnya jatuh ke dasar laut.

Kemudian di tepi pantai, tanpa sengaja dia bertemu pada seseorang yang bertongkat. Tiba-tiba orang bertongkat mencabut tongkat yang menancap di pasir. Mendadak tersembur air, dari lubang bekas tongkat itu membawa semua kitab yang dibawanya.

"Itukah kitab Tuan yang tenggelam di dasar laut? Tanya orang bertongkat yang tak lain adalah Sunan Bonang. Sang maha guru takjub setelah tahu, bahwa orang itu adalah Sunan Bonang. Ia pun langsung berlutut dan memohon dijadikan murid dari Sunan Bonang.

"Ini sedikit dongeng Sunan Bonang yang harus kita ketahui bersama," imbuh bapak empat anak ini.

Di samping itu, Bupati Huda juga mengucapkan selamat HUT ke-13 untuk Himpaudi. Mudah-mudahan diusia ke-13 ini semakin sukses dalam menjalani tugas-tugasnya. Saya bangga sekaligus memberi apresiasi atas terlaksananya gebyar Himpaudi pagi hari ini yang luar biasa.

Kemandirian Himpaudi perlu diacungi jempol. Meski pagi hari ini ada 12.000 lebih yang hadir, tapi tak serupiahpun Pemkab ditarik. Dibalik rasa bangga dan apresiasi, saya sampai meneteskan air mata.

Pendidik Paud gajinya hanya Rp150 ribu/ bulan, tetapi bisa memberi seragam ke Bupati dan OPD lainnya. Mau makan kami juga tak enak, karena belum bisa maksimal menyuport Paud.

"Kenapa begitu semangat dan mandiri. Bisa ada semangat karena ada keihlasan, dan tau yang dilakukan merupakan perbuatan yang mulia," sambungnya.

Saat ini dicanangkan ibu membaca nasional kepada ibu Paud. Jangan berharap anak rajin membaca, tekun tilawah kalau ibuknya tak rajin membaca.

Perlu diketahui, seorang ibu adalah sekolah bagi anak yang pertama. Kalau jelek pasti outputnya tak baik. Ibu-ibu harus mau membaca bersama anak karena manfaatnya luar biasa.

Sebagai bentuk apresiasi, semua pendidik Paud akan undang dan diberi hadiah Umroh di Hari Jadi Tuban (HJT) ke-725. Sebenarnya bukan hadiah itu yang kita tuju, tapi kebersamaan yang patut kita apresiasi.

Ketua pengurus Himpaudi Jawa Timur, Imam Mahmud, menambahkan kegiatan yang paling berkesan Himpaudi ada di Kabupaten Tuban. Sukses untuk panitia Laskar Himpaudi.

"Walaupun dengan jerih payah, dan ikhtiar bersama, sampai sekarang disokong dana mandiri," sambungnya.

Pendidik-pendidik PAUD yang luar biasa, akan diberi imbalan yang setimpal. Mendidik anak itu luar biasa, bersama orang tua pastinya akan menjadikan anak yang berkarakter.

Pihaknya mengapresiasi betul Himpaudi, dan semoga menjadi contoh daerah lain. Tadi kalau nari anaknya jangan ditinggal, harus sama-sama biar kompak.

Di samping itu, orang tua kalau bayar SPP jangan telat karena kasihan gurunya. Terimakasih kepada Bupati karena gaji guru Paud sekarang Rp150 ribu, semoga ditambah dan kedepan difasilitasi kegiatan yang lebih meriah.

Anak-anak Paud merupakan investasi kita bersama. Hari ini kita harus memperhatikan investasi serius bagi anak-anak Paud. Budaya literasi harus ditumbuhkan, dalam rangka membiasakan membaca.

Orang tuan jangan hanya membaca pesan WhatsApp, tapi dampingi anak-anak dongengkan, dan ceritakan sesuatu yang baik untuk masa depan anak kalian. Hakikatnya pendidikan diawali dai Paud.

"Mudah-mudahan SMA/SmK ditangani Pemprov, maka PauD dapat dikelola oleh Pemkab semaksimal mungkin," harapnya.

Dalam laporannya, panitia Himpaudi, Ernawati, menjelaskan diselenggarakan gebyar paud dalam rangka HUT Himpaudi ke-13. Disamping itu, menyukseskan Gernas Baku dan launching HJT ke-725.

"Event ini melibatkan jumlah 12.460 orang. Sumber dana swadaya dari peserta Gebyar Paud 2018," tandasnya.

Di sela-sela kesempatan itu, Bupati Tuban didampingi Ibu Bupati Qodriyah Fathul Huda memberikan hadiah kreasi anak dan apresiasi pendidik. Juara satu Korwil 4, juara dua Korwil 1, juara tiga Korwil 3, dan juara empat Korwil 2.

Selain itu, lomba mendongeng juara satu disabet Kecamatan Semanding, Cipta Senam diraih Kecamatan Bangilan, Geguritan Kecamatan Rengel, Gambar Seri Kecamatan Soko, dan Cerdas Cermat Ceria diperoleh Kecamatan Semanding. (Aim)

Dibaca : 495x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan