Sabtu, 24 Februari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Ada Karaoke Terselubung Dekat Kantor Pemkab

Bupati Tuban: Kita Kecolongan Izin Cafe QQQ

Editor: nugroho
Senin, 29 Januari 2018
ali imron
Bupati Tuban, Fathul Huda menginstruksikan agar Cafe QQQ ditutup total.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Rumor adanya karaoke terselebung di dalam tempat hiburan Cafe QQQ di Jalan Basuki Rahmat, sudah sampai ke telinga Bupati Tuban, Jawa Timur, Fathul Huda. Pihaknya merasa kecolongan dengan adanya dugaan karaoke yang jaraknya kurang dari satu kilo meter (Km) dari Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.

“Kita kecolongan,” ujar Bupati Tuban, Fathul Huda, kepada suarabanyuurip.com, saat ditemui di Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang, Senin (29/1/2018).

Setelah diusut, ternyata cafe yang beroperasi sejak 2015 itu pelanggarannya berat. Otomatis tidak ada pertimbangan lain, selain menutup total tempat hiburan lantai 3 tersebut.

Bupati kelahiran Kecamatan Montong itu mengaku geram karena cafe tersebut bisa beroperasi. Karena dalam aturan sudah jelas bahwa hanya ada 11 karaoke yang diijinkan operasi.

“Pelanggarannya sudah tumpuk-tumpuk jadi ditutup total,” tegas Fathul Huda saat Ditanya apakah cafe tersebut bisa operasi kembali atau tidak.

Senada disampaikan Kepala Bidang Perizinan Dinas PM PTSP dan Naker Tuban, Judhi Tresna. Dia mengungkapkan, pada tahun 2015 silam cafe tersebut sempat ditutup sementara oleh Satpol PP karena diketahui menyediakan karaoke. Namun seiring berjalannya waktu, pemilik cafe akhirnya mengurus izin lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban.

Pada saat itu, Judhi menyampaikan kepada tim jika Cafe QQQ memiliki karaoke terselubung. Hal itu diakui pemilik café, dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

Setelah tim mengunjungi cafe, ada beberapa saran yang harus dipenuhi oleh pemiliknya. Diantaranya ruangannya harus terbuka dan bisa dilihat dari luar karena konsepnya cafe bukan ruangan tertutup. Selain itu juga harus mengurus izin minuman beralkohol.

Sesuai aturan Pemkab Tuban, lanjut Judhi Tresna, penjualan minuman keras hanya diperbolehkan di hotel, dan pusat hiburan (karaoke) dengan kadar maksimal 5%.

“Pasca izin lingkungan disetujui DLH, camat, dan lurah, akhirnya izin operasi cafe diberikan oleh pemkab,” tutur Judhi.

Kemudian pada awal 2017, pemilik cafe juga sempat konsultasi soal perpanjangan izin di Dinas PTSP dan Naker karena izinya habi pada bulan April.

“Tapi kita tolak,” tegasnyaJudhi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Tuban, Heri Muharwanto, menegaskan Cafe QQQ izinnya hanya resto dan cafe. Ditanya kapan penandatangan surat penututan cafe, pihaknya belum meresponnya.

“Masih rapat mas,” sergahnya.

Data dari Kepala Bidang Pendapatan Pajak Daerah dan Dana Perimbangan DPPKAD Tuban, Sayamsul Arifin, menyebut sejak tahun 2015 sampai sekarang Pemkab Tuban hanya mengijinkan 11 karaoke. Di tahun 2015, pajak karaoke yang disumbang mencapai Rp273.500.000, dari target Rp248.000.000. Tahun 2016 realisasi pajak karaoke Rp243.700.000 dari target Rp204.000.000, dan tahun 2017 realisasinya Rp281.530.000 dari target Rp273.500.000. (aim)

Dibaca : 3618x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan