Senin, 16 Juli 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Bupati: Waktunya Harmoni Tanggulangi Bencana

Editor: utama
Jum'at, 12 Januari 2018
Ali Imron
POTONG TALI : Bupati Tuban bersama Forkopimda meresmikan gedung baru BPBD.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Dalam menanggulangi potensi bencana di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Bupati Fathul Huda, berharap terjalin harmonisasi antara semua stakeholder. Upaya tersebut untuk meminimalisir dampak yang terjadi di daerah, dengan tujuan investasi kelima di Jawa Timur.

"Upaya penanggulangan bencana merupakan kegiatan lintas sektoral," ujar Bupati Fathul Huda, kepada suarabanyuurip.com, setelah meresmikan Gedung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Tuban, Jumat (12/1/2018).

Keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, maupun para relawan yang terintegrasi secara terpadu, solid dan bersinergi menjadi kunci dalam mitigasi becana. Tanpa itu semua, tentu sulit mencegah bencana Hidrometeorologi dan Gempa Bumi yang bisa terjadi kapanpun.

Melalui peresmian gedung di atas tanah seluas 5.000 meter persegi ini, Bupati kelahiran Kecamatan Montong meminta kinerja BPBD meningkat. Selama ini urusan penanggulangan bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban terus memberikan perhatian khusus.

Bapak dari empat putra ini mengajak semua elemen masyarakat paham dan tahu soal potensi ancaman bencana yang diakibatkan dari alam, non alam, maupun ulah manusia. 

Bakti sosial tidak hanya dapat dilakukan dalam bentuk materi semata, tapi apa yang dilakukan anggota BPBD merupakan wujud bakti sosial sekaligus pengabdian kepada negara.

Data BPBD selama tahun 2017, di Kabupaten Tuban telah terjadi 108 kejadian bencana. Terdiri dari banjir bandang maupun Bengawan Solo sebanyak 9 kejadian, tanah longsor 11 kejadian, puting beliung dan angin kencang 6 kejadian. Ditambah terjadinya pohon tumbang sebanyak 9 kejadian dengan 1 korban luka ringan.

Untuk bencana kebakaran pemukiman dan hutan, ada 55 kejadian dengan korban luka ringan 2 orang, luka berat 1 orang. Sedangkan kegagalan teknologi terjadi sekali dengan korban luka ringan 2 orang dan luka berat 1 orang.

Kategori bencana lain tercatat 19 kejadian dengan korban luka ringan 1 orang, korban hilang 2 orang, dan korban meninggal 10 orang. Sementara itu, untuk bencana kekeringan berdampak pada 25 desa dan 33 dusun. Adapun kerugian materi ditaksir mencapai kurang lebih Rp4 miliar.

Di tempat yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Joko Ludiyono menambahkan, tugas utama BPBD adalah mengurangi resiko bencana guna meminimalkan korban dan kerusakan lainnya.

“Untuk itu saya berharap kerja sama dengan dinas dan pihak yang lain termasuk media dapat terus terjalin,” sambung pria ramah itu.

Diharapkan pula, 5 sampai 10 tahun mendatang warga di Kabupaten Tuban memberikan perhatian khusus terhadap mitigasi bencana. Perlahan masyarakat akan memiliki budaya penanggulangan bencana.

Pada kesempatan yang sama, Bupati dua periode ini juga menandatangi beberapa prasasti peresmian pembangunan infrastruktur strategis di Tuban. Yaitu Sarana dan Prasarana Fasilitas Penunjang DWT Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Menara Rukyatul Hilal di Desa Banyurip, Kecamatan Senori, Gedung SDN Semanding 1, jembatan Weden Kecamatan Bangilan, dan Gedung Sentral Niaga Garam Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang.

Peresmian gedung baru yang diproyeksikan sebagai pusat pendidikan dan latihan tanggap bencana ini, juga diisi dengan tausiyah agama dari ulama'. Turut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, akademisi, dunia usaha, relawan, dan Camat se-Kabupaten Tuban.(Aim)

Dibaca : 413x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan