Minggu, 26 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Caleg PAN di Blora Tertipu Ustad Pengganda Uang

Editor: nugroho
Jum'at, 15 Februari 2019
Ahmad Sampurno
REKA ADEGAN : Polsek Cepu melakukan olah tempat kejadian perkara penipuan dengan korban caleg PAN.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno 

Blora - Calon legislatif (Caleg) Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Blora, Jawa Tengah, menjadi korban penipuan orang mengaku ustad yang bisa menggandakan uang.

Korban bernama Sulikin (37), warga Kampung Wonorejo Lr.VII RT8 RW 13 Keluarahan Cepu, Kecamatan Cepu. Pelakunya Yusuf (46), warga Dusun Sawah Baru RT 02 RW 07 Kelurahan Ciasem Hilir, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dan Bambang Aan Wijanarko (40), warga Dusun Bojong RT 01 RW 06 Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. 

Kedua pelaku berhasil dibekuk polisi pada Senin (11/2/2019), saat berada di Cepu. Sementara peristiwa penipuan dengan modus penggandaan uang terjadi pada Juma'at (8/2/2018).  

Kapolsek Cepu Ajun Komisaris Polisi (AKP) Slamet Riyanto, melalui Kanit Reskrim Ipda Wismo, menjelaskan penipuan bermula saat korban berkenalan dengan Jiarno warga Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat melalui perantara, Suwaji Suryantoro, warga Gang 7 Cepu.

Setelah pertemuan itu, korban dikenalkan oleh Jiarno kepada Yusuf yang mengaku ustad yang bisa mendatangkan uang secara ghoib.  Agar Yusuf bisa datang ke Cepu, korban diminta mentransfer uang dengan alasan untuk akomodasi.

Korban pun mentransfer sejumlah uang sesuai permintaan pelaku. Pada Jum’at (8/2/2019), pukul 03:30 WIB,Yusuf beserta Bambang Aan Wijanarko datang ke Cepu dan bertemu dengan Sulikin.

Pelaku menjanjikan kepada korban bisa mendatangkan uang secara ghoib dengan melakukan ritual dengan berbagai sesaji.

Untuk meyakinkan korbannya, kemudaian pelaku melakukan ritual di dalam kamar. Pelaku juga sempat menunjukkan uang di atas kardus kepada korban.

"Uang itu diserahkan korban dan Jiarno agar korban yakin bahwa pelaku benar-benar bisa mendatangkan uang ghoib," kata Wismo usai melakukan olah kejadian perkara, Jumat (15/2/2019).

Selanjutnya pelaku menutup dan mengunci kamar dan berpesan kepada korban agar kamar tersebut boleh dibuka esok harinya.

"Selesai ritual pelaku meminta uang mahar dalam jumlah banyak kepada korban. Namun korban hanya memberi sebagian dan pelaku pulang," imbuhnya.

Keesokan harinya, korban pun penasaran dan ingin segera membuka kamar. Namun alangkah terkejutnya, saat korban membuka kamar miliknya tidak ditemukan uang yang dijanjikan.

Beberapa hari kemudian tepatnya pada Senin (11/2/2019), kedua pelaku datang lagi ke Cepu untuk meminta kekurangan mahar. Namun tidak ingin tertipu yang kedua kalinya, korban pun menghubungi Polsek Cepu dan berhasil menangkap kedua pelaku.

Dari lokasi kejadian, polisi berhasil mengamankan barang bukti  peralatan ritual yang terdiri dari satu bungkus yosua merk Gunung Kawi, dua kardus besar warna coklat, dua sarung merk Wadimor berwarna hitam, dua buah gelas plastik, botol sprite, satu bungkus rokok Gudang Garam Merah, korek api, jaket kulit warna coklat dan uang tunai sebesar Rp1.362.000.

Akibat peristiwa itu korban mengalami kerugian Rp13.000.000. Sedangkan pelaku dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan.

"Ancaman hukumannya empat tahun penjara," tegas Wismo. 

Sementara, Nurul Hidayah, rekan korban sesama Caleg PAN membenarkan kabar penipuan yang menimpa Sulikin.

"Kabar penipuan ya," katanya saat ditanya terkait peristiwa itu.(ams)

Dibaca : 3347x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan