Rabu, 24 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Polemik Pembebasan Lahan Kilang Minyak Tuban

Camat Jenu, Kades Remen dan Mentoso Dilaporkan Warga ke Polisi

Editor: samian
Senin, 30 Juli 2018
12
Ali Imron
DATANGI POLRES TUBAN : Sebanyak 30 warga Remen-Mentoso mendatangai Polres Tuban melaporkan tiga pejabat utama di Kecamatan Jenu.
SuaraBanyuurip.com
Suwarno tunjukkan bukti surat pernyataan tiga pejabat utama menandatangi surat palsu.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Tak kurang dari 30 warga pada hari Senin (30/7) melaporkan Camat Jenu, Moch Maftuchin Riza, Kepala Desa Remen, Eko Prasetyo, dan Kades Mentoso, Saji ke Polres Tuban, Jawa Timur. Dasar pelaporan ini setelah pada tanggal 2 Juli 2018, beredar surat pernyataan yang ditandangani ketiganya yang isinya tidak benar.

Melalui surat pernyataan tersebut, ketiganya bertindak mewakili warga masyarakat, seolah-olah ada kesepakatan warga untuk menjual tanahnya kepada proyek pembangunan Kilang NGRR Tuban patungan Pertamina-Rosneft.

Sekaligus memberikan hak hanya kepada Bank BNI Cabang Tuban untuk mengelola pembayarannya, yang penggunaanya dapat merugikan baik pemilik tanah maupun pihak perbangkan yang lain.

Kepada suarabanyuurip.com, Pelapor satu, Suwarno, asal Desa Mentoso, menjelaskan, padahal masyarakat Desa Remen dan Mentoso tidak pernah membuat kesepakatan semacam itu dan justru sebaliknya, masyarakat dengan gigih menolak untuk menjual tanah kepada proyek Pertamina/Rosneft.

"Atas peristiwa tersebut masyarakat sudah dirugikan, harkat dan martabatnya sudah direndahkan, dan menimbulkan adanya saling curiga antara satu dengan yang lainnya," terangnya.

Pelapor dua, Rusdiono, asal Desa Remen, menambahkan, karenanya masyarakat pada tanggal 6 Juli 2018 melakukam demo di Kantor Kecamatan Jenu, dan mendapat pengakuan secara tertulis bahwa benar surat-surat yang dimaksud adalah palsu.

"Untuk fotocopy suratnya sudah kami lampirkan," tambahnya.

Peristiwa pidana ini sudah terjadi, pengakuan sudah diungkap dan bukti tertulis sudah didapat. Pelakunya oknum pejabat Pemerintah Kabupaten Tuban, yang hingga hari ini Senin 30 Juli 2018 masih berupaya untuk terbangunnya Kilang NGRR Tuban. Sebagamana yang disampaikan Wakil Bupati Noor Nahar Hussein di media cetak.

"Kini masyarakat menuntut keadilan yang diawali dengan melaporkan Moch Maftuchin Riza, Eko Prasetyo, dan Saji untuk diajukan ke sidang pengadilan," tegasnya.

Pada kesempatan ini ada empat pelapor yang bertandatangan disertai materai 6000. Untuk pelapor tiga warga Mentoso, Wido Harminton, dan pelapor empat warga Remen, Sutrisno.

Kaur Bin Ops (KBO) Sat Reskrim Polres, Iptu Dean Tomy R, sudah menerima warga Remen-Mentoso beserta laporannya. Setelah diteliti ada yang kurang yakni tujuan laporan dan identitas KTP pelapor.

"Dua dokumen itu yang perlu dilengkapi," sergahnya.

Pantauan di lokasi, perwakilan warga langsung melengkapi dokumen yang disarankan Polres Tuban. Dalam sehari ini dipastikan laporan tuntas, dengan harapan tiga pejabat utama di Kecamatan Jenu diproses hukum.

Camat Jenu, Moch Maftuchin Riza, belum mengetahui adanya warga yang melaporkannya ke polisi. Sedangkan Kades Remen dan Mentoso belum merespon konfirmasi dari Suara Banyuurip.(Aim)

Dibaca : 4918x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan