Sabtu, 17 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Cemburu, Kakek di Tuban Bunuh Tetangganya dengan Sabit

Editor: nugroho
Senin, 22 Oktober 2018
SuaraBanyuurip.com
REKONSTRUKSI : Pembunuhan: Polisi menjaga ketat reka adegan pembunuhan yang dilakukan Mbah Mujib kepada tetangganya.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Gara-gara terbakar api cemburu, Wajib (72), asal Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tega membacok tetangganya menggunakan sebilah sabit hingga ususnya terurai keluar dari perutnya.

Korbannya bernama Supangat (54). Rumahnya berhadap-hadapan dengan rumah pelaku.

"Pelaku selama ini sering cemburu dan menuduh istrinya selingkuh dengan korban," ujar tetangga korban Uswatun, ketika ditemui suarabanyuurip.com, di sela-sela rekontruksi ulang di lokasi kejadian, Senin (22/10/2018).

Perempuan berkulit sawo matang itu, menjelaskan, selama ini pelaku dan istrinya sering ribut. Berkali-kali yang dipersoalkan adalah dugaan selingkuh antara istri pelaku dengan korban. 

Merasa tidak kuat dengan tuduhan tersebut, istri pelaku memutuskan pergi bekerja di Blimbing, Kabupaten Lamongan, tepatnya di pabrik ikan. Seingat warga, dia sudah 20 hari lamanya di Lamongan, dan sampai peristiwa berdarah belum kembali. 

Mendapat tuduhan yang salah alamat, korban selama ini santai dan keluarganya tak menghiraukannya. Sehari-hari korban juga bersikap seperti biasa menjalani profesinya petani. Berbeda dengan pelaku yang saban hari selalu mengawasi gerak gerik korban, karena terus dibakar api cemburu. 

"Belakangan ini korban juga jarang tidur di rumah, karena khawatir pelaku nekat," terangnya. 

Kekhawatiran korban akhirnya terbukti. Setelah menjemur jagung bersama istrinya, korban kemudian tidur di rumah. Tak disangka pelaku nekat menyelinap masuk pintu belakang rumah korban. Dengan membawa sebilah sabit tajam, korban dibacok dua kali dibagian perut sebelah kiri. 

Seketika itu, korban mengerang dan dianggap istrinya mengigau. Setelah masuk rumah, korban sudah bersimbah darah dan usunya sempat terurai. Istri korban histeris dan teriak, seketika itu tetangga berdatangan dan satu jam kemudian polisi datang ke TKP. 

"Sesaat setelah puas membacok korban, pelaku langsung menemui salah satu perangkat desa dan mengaku sudah menghabisi tetangganya," paparnya. 

Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Iwan Hari Poerwanto, menduga motif pembunuhan di kecamatan bakal lokasi Kilang Minyak NGRR Tuban ini karena cemburu. Pelaku jauh-jauh hari sudah mengasah sabitnya, dan hari ini melampiaskan dendamnya. 

Korban dihabisi dalam posisi tidur, dengan luka bacokan kurang lebih 10 Centimeter (Cm). Adapun Barang Bukti (BB) yang diamankan, sebilah sabit, tikar, dan alat asah pelaku yang dititipkan perangkat desa. 

"Pelaku terancam hukuman minimal 20 tahun dan maksimal seumur hidup," pungkasnya. (aim)

Dibaca : 4153x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan