Cepu Gagal Terima Jargas

Senin, 07 Oktober 2019, Dibaca : 482 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
GAGAL : Kecamatan Cepu gagal mendapatkan program Jargas karena dianggap jauh dari lokasi sumber gas.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora -  Jaringan gas (Jargas) rumah tangga untuk Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, gagal direalisasikan. Sebab, program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dipindahkan ke wilayah Kecamatan Kradenan. Dengan alasan, lebih dekat dengan sumber gas yang akan dialirkan kepada warga penerima.

Sebalumnya, Cepu dikakabarkan akan memperoleh jatah jargas tersebut sebanyak 4.000 sambungan rumah (SR) tangga. Dibagi dua Kelurahan. Kelurahan Balun sebanyak 2.000 SR dan di Kelurahan Cepu sebanyak 2.000 SR. Bahkan, sebagian besar sudah dilakukan survey oleh pihak rekanan Kementerian ESDM.

Baca Lainnya :

    Berjalannya waktu, ternyata ada perubahan keputusan dari Kementerian ESDM. Karena alasan terlalu jauh dengan lokasi sumber gas, yang berada di Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

    "Iya dipindah. Informasinya sih kalau di Cepu lokasinya terlalu jauh dengan sumber gas. Sementara, kalau di Kradenan lebih dekat. Sementara hanya itu," kata Staf Bagian Perekonomian, Tulus Prasetyo, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (7/10/2019).

    Baca Lainnya :

      Menurutnya, survei untuk penempatan jargas atau rencana pelanggan jargas sudah diselesaikan.

      "Rekanan Survei dari Kementerian ESDM juga sudah menyerahkan berita acara penyelesaian survei," ungkapnya.

      Informasi dihimpun suarabanyuurip.com,  sebaran jargas tersebut berada di tiga desa wilayah Kecamatan Kradenan. Diantaranya, Desa Mendenrejo sebanyak 2.659 SR, Desa Medalem sebanyak 818, dan Desa Nglungger sebanyak 541 SR. Total sebanyak 4.018.

      Terpisah, Staf Khusus Bupati Blora, Djati Walujastono, saat dimintai keterangan, hanya bisa pasrah dengan keputusan Dirjen Migas Kementerian ESDM.

      "Ya sudahlah biar Kradenan dulu. Nanti minta Kedungtuban dan Cepu serta tampat lain secara bertahap. Kalau kita protes, nanti Dirjen Migas tidak respek dengan Pemerintah Blora. Biar ada hubungan baik dulu dengan Dirjen Migas," ungkapnya.

      Sebenarnya, lanjut dia, kalau hitungan bisnis di Cepu yang paling baik atau menguntungkan. "Banyak hotel, UMKM, rumah makan dan lain lain," jelasnya.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more