Jum'at, 22 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Cepu Menjadi Rawan Banjir

Editor: samian
Rabu, 23 Desember 2015
SuaraBanyuurip.com/Sampurno
RAWAN BANJIR : Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Cepu beberapa hari ini membuat kondisi wilayah setempat rawan banjir.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Memasuki musim penghujan, wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Pasalnya, di wilayah tersebut mejadi wilayah yang rawan bajir ketika curah hujan tinggi. Penyebabnya, banyaknya saluran air (drainase) tidak normal lantaran terjadi sumbatan dan banyaknya bangunan yang berdiri.

Sekedar diketahui, banjir akibat curah hujan tinggi telah tejadi di Kecamatan Cepu yang menenggelamkan tiga keluarahan pada tanggal 15 Desember 2015 lalu. Yakni Kelurahan Ngroto, Kelurahan Karangboyo dan Kelurahan Ngelo. Banjir tersebut juga disebabkan sistem drainase yang buruk dan tersumbat sampah.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Blora, Sri Rahayu, khusus Kecamatan Cepu perlu penanganan khusus penataan ruang dimana banyak saluran air yang sempit dan buntu.

“Cepu perlu diadakan kerja bhakti. Saluran-saluran air banyak tumpukan sampah. Saluran-saluran ini juga tertutup bangunan,” ungkapnya.

Kecamatan yang juga perlu mendapatkan perhatian khusus, lanjut dia, adalah Kecamatan Kedungtuban yang terdapat rumah warga lokasinya terlalu dekat dengan sungai. Bahkan keberadaan rumah tersebut lebih rendah dengan ketinggian sungai.

Untuk itu pihaknya juga telah melakukan langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Dirinya mengaku telah membuat surat himbauan agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Camat, agar pohon-pohon yang membahayakan segera ditebang.

Sementara itu, Pj Bupati Blora, Ihwan Sudrajat, meminta agar Camat mengidentifikasi saluran-saluran air yang berpotensi banjir, penebangan pohon yang berpotensi menimbulkan korban, penanganan kesehatan untuk mengendalikan penyakit menular akibat bencana, mendorong masyarakat sadar bencana serta kesiapan dinas menghadapi bencana.

"Selain itu, saya juga meminta BPBD untuk terus memantau kecamatan yang rawan bencana," tandasnya. (ams)

Dibaca : 414x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan